MAKASSAR, UNHAS.TV - Memperingati Hari Jantung Sedunia yang jatuh setiap 29 September, Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (RS Unhas) menggelar program Bicarasehat untuk memberikan edukasi kesehatan kepada pengunjung rumah sakit.
Kegiatan ini mengajak masyarakat mengenali tanda-tanda serangan jantung sejak dini serta memahami pentingnya penanganan cepat ketika gejala muncul.
Program Bicarasehat bertajuk “Serangan Jantung: Kenali dan Selamatkan” digelar di ruang tunggu rawat jalan lantai satu Gedung E-F Rumah Sakit Unhas, Kampus Unhas Tamalanrea, Selasa (29/9/2026).
Peserta kegiatan merupakan pengunjung rumah sakit yang sedang menunggu antrean pelayanan kesehatan.
Bicarasehat merupakan program edukasi kesehatan yang rutin dihadirkan RS Unhas untuk memberikan informasi medis secara langsung kepada masyarakat.
Melalui program ini, waktu tunggu pasien dan keluarga dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran mengenai berbagai isu kesehatan.
Pada momentum Hari Jantung Sedunia, materi yang disampaikan berfokus pada serangan jantung, mulai dari gejala awal, faktor risiko, hingga langkah yang harus dilakukan ketika kondisi tersebut terjadi.
Materi edukasi diberikan oleh Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Unhas, dr Andi Tiara S Adam SpJP.
Ia menjelaskan bahwa kemampuan mengenali tanda peringatan atau warning signs menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko dampak serius akibat serangan jantung.
Menurut Andi Tiara, gejala serangan jantung tidak selalu muncul dalam bentuk nyeri dada yang berat seperti yang sering dipahami masyarakat. Rasa tidak nyaman atau tekanan pada area dada juga perlu menjadi perhatian.
“Warning sign pertama adalah sensasi nyeri dada. Nyeri itu pada kondisi penyakit jantung juga bisa berupa discomfort atau rasa kurang nyaman pada area dada,” ujar Andi Tiara.
Ia mengatakan, gejala lain yang perlu diwaspadai adalah sesak napas atau kesulitan mengambil napas. Kedua tanda tersebut dapat menjadi petunjuk awal adanya gangguan pada jantung.
“Sesak napas atau kesulitan untuk mengambil napas juga salah satu gejala dari sakit jantung. Ketika kita mengaitkan kedua gejala ini, harapannya kita bisa lebih cepat mengenali kondisi sakit jantung,” katanya.
Gaya Hidup Menjadi Faktor Risiko
Selain mengenali gejala, edukasi tersebut juga membahas faktor risiko penyakit jantung yang berkaitan dengan kebiasaan hidup sehari-hari.
.webp)
BICARA SEHAT - Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (RS Unhas) menggelar program Bicarasehat untuk memberikan edukasi kesehatan kepada pengunjung rumah sakit, Selasa (29/9/2026). (Unhas TV / Zahra Tsabitha Sucheng)
Andi Tiara menjelaskan bahwa beberapa faktor seperti usia dan jenis kelamin tidak dapat dikendalikan, tetapi faktor gaya hidup masih dapat diperbaiki.
Kebiasaan merokok, konsumsi makanan tinggi lemak dan tidak sehat, serta pola tidur yang buruk menjadi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit jantung.
“Untuk kondisi penyakit jantung memang sangat erat kaitannya dengan lifestyle. Ada faktor risiko yang tidak bisa kita kendalikan seperti usia dan jenis kelamin. Tetapi kebiasaan merokok, konsumsi makanan tertentu, dan pola tidur yang tidak baik dapat berkontribusi meningkatkan risiko,” jelasnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menunda mencari pertolongan ketika mengalami gejala yang mengarah pada serangan jantung. Penanganan cepat menjadi faktor penting untuk mencegah kondisi yang lebih berat.
Masyarakat yang mengalami gejala dapat segera menghubungi layanan tanggap darurat atau mendatangi fasilitas kesehatan terdekat yang memiliki layanan penanganan jantung.
Melalui kegiatan Bicarasehat, RS Unhas berupaya menjadikan ruang tunggu rumah sakit sebagai bagian dari ruang edukasi kesehatan publik.
Rumah sakit tidak hanya menjadi tempat pelayanan medis, tetapi juga ruang peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan penyakit.
Andi Tiara berharap kegiatan tersebut dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai penyakit jantung, mulai dari mengenali risiko, menerapkan pola hidup sehat, hingga mengambil tindakan cepat ketika gejala muncul.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, upaya pencegahan dan penanganan penyakit jantung diharapkan dapat semakin optimal.
(Zahra Tsabitha Sucheng / Unhas TV)
Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (RS Unhas) menggelar program Bicarasehat untuk memberikan edukasi kesehatan kepada pengunjung rumah sakit, Selasa (29/9/2026). (Unhas TV / Zahra Tsabitha Sucheng)


_1-300x166.webp)





