Ekonomi

PLN Operasikan 84 SPKLU di Sulselrabar, Pengguna Kendaraan Listrik Tumbuh 53,7 Persen

MENGISI DAYA - Mobil listrik sedang melakukan pengisian di SPKLU yang dioperasikan PLN UID Sulselrabar di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (19/10/2026). PLN UID Sulselrabar mengoperasikan 84 unit SPKLU di 61 lokasi pada tiga provinsi hingga Oktober 2026 untuk mendukung pertumbuhan kendaraan listrik melalui penyediaan infrastruktur pengisian daya yang mudah dijangkau masyarakat. (Dok Humas PLN UID Sulselrabar)

MAKASSAR, UNHAS.TV - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) mengoperasikan 84 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 61 lokasi.

Infrastruktur tersebut tersebar di tiga provinsi untuk mendukung pertumbuhan pengguna kendaraan listrik yang mencapai 3.441 unit per 9 Oktober 2026.

Jumlah kendaraan listrik itu meningkat 53,7 persen dibandingkan April 2026. Pertumbuhan tersebut mendorong kebutuhan terhadap fasilitas pengisian daya yang mudah dijangkau, terutama di kota-kota besar, jalur lintas provinsi, dan kawasan publik.

Dari total SPKLU yang beroperasi, sebanyak 65 unit berada di 46 lokasi di Sulawesi Selatan. Sulawesi Tenggara memiliki 12 unit di sembilan lokasi, sedangkan Sulawesi Barat memiliki tujuh unit di enam lokasi.

Fasilitas pengisian daya itu ditempatkan di ibu kota provinsi, sejumlah kota kabupaten, pusat perbelanjaan, kafe, restoran, kawasan wisata, kampus, hingga bandara.

Sebaran tersebut memungkinkan pengguna kendaraan listrik mengisi daya ketika beraktivitas di dalam kota maupun saat melakukan perjalanan antardaerah.

PLN juga menyediakan fasilitas pengisian khusus kendaraan listrik roda dua. Saat ini, terdapat 16 unit SPKLU roda dua yang tersebar di 11 kabupaten dan kota di tiga provinsi. Seluruh fasilitas tersebut memiliki daya 22 kilowatt (kW).

Untuk memenuhi kebutuhan pengisian yang beragam, PLN menyediakan empat kategori SPKLU berdasarkan kapasitas dayanya.

Sebanyak 25 unit masuk kategori ultra fast charging dengan daya 60–200 kW, 12 unit fast charging berdaya 25–50 kW, 39 unit medium charging berdaya 22 kW, dan delapan unit standard charging berdaya 7 kW.

Perbedaan kapasitas itu memberikan pilihan bagi pengguna sesuai kebutuhan dan karakteristik perjalanan. Namun, waktu pengisian aktual tetap bergantung pada kemampuan pengisian kendaraan, kapasitas baterai, dan kondisi baterai.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Didik Wicaksono, mengatakan kesiapan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong masyarakat menggunakan kendaraan listrik.

“Kami ingin memastikan siapa pun yang beralih ke kendaraan listrik di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat tidak lagi ragu soal tempat mengisi daya. SPKLU kami tersebar di 61 lokasi, mudah dijangkau, dan nyaman digunakan,” kata Didik.

Menurut dia, PLN akan terus memperluas infrastruktur dan meningkatkan layanan seiring bertambahnya jumlah pengguna kendaraan listrik.

Perusahaan juga mengandalkan layanan digital untuk mempermudah pelanggan menemukan fasilitas pengisian daya.

Melalui fitur EV Digital Services pada aplikasi PLN Mobile, pelanggan dapat mencari lokasi SPKLU terdekat, memulai pengisian daya, dan menyelesaikan transaksi melalui telepon seluler.

Di sejumlah lokasi, PLN turut menyediakan fasilitas lounge agar pelanggan dapat beristirahat, bekerja, atau bersantai selama menunggu pengisian berlangsung.

Pengembangan fasilitas tersebut juga menjadi bagian dari upaya PLN mendorong transisi menuju energi yang lebih bersih.

Kendaraan listrik tidak menghasilkan emisi gas buang dari proses pembakaran bahan bakar ketika beroperasi. Meski demikian, besarnya pengurangan emisi secara keseluruhan juga dipengaruhi sumber listrik yang digunakan untuk mengisi baterai serta proses produksi kendaraan dan baterainya.

Didik mengatakan penggunaan kendaraan listrik dapat menjadi salah satu langkah untuk membantu mengurangi emisi dan menjaga kualitas lingkungan, khususnya di kawasan perkotaan.

“Setiap kendaraan listrik yang beroperasi turut membantu mengurangi emisi dan menjaga lingkungan kita. Karena itu, PLN akan terus mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik sebagai bagian dari transisi energi bersih di Sulselrabar,” ujarnya.

Penguatan infrastruktur ini berlangsung menjelang Hari Listrik Nasional ke-81 pada 27 Oktober 2026. Momentum tersebut menjadi penanda bagi PLN untuk melanjutkan pengembangan layanan kelistrikan, termasuk mendukung pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di kawasan timur Indonesia. (*)