BONE, UNHAS.TV - Desa Pallawa, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone, menyimpan potensi sumber daya alam yang melimpah. Kopi, kakao, jagung, gula aren, hingga buah naga tumbuh subur di desa berpenduduk 1.484 jiwa itu.
Namun, potensi tersebut belum berkembang maksimal karena akses jalan utama menuju desa rusak dan terakhir diperbaiki pada 1994.
Desa Pallawa berjarak sekitar 122 kilometer dari Watampone, ibu kota Kabupaten Bone. Perjalanan ke desa ini membutuhkan waktu sekitar tiga jam. Warga harus melewati jalan berliku, menanjak, dan berbatu.
Desa ini terdiri atas dua dusun, yakni Dusun Pallawa yang menjadi pusat desa dan Dusun Labole yang berada di kawasan pegunungan. Dusun Labole dihuni 102 kepala keluarga. Secara keseluruhan, Desa Pallawa memiliki 415 kepala keluarga.
Kepala Desa Pallawa, Makmur, mengatakan satu-satunya akses utama warga melewati wilayah Soppeng. Jalur itu merupakan jalan inspeksi Bendung Irigasi Jepang Cabang Langkeme.
“Desa Pallawa ini yang akses satu-satunya hanya melewati Soppeng. Jalur utamanya adalah jalan inspeksi Bendung Irigasi Jepang. Dan ini menjadi akses satu-satunya dan menjadi roda perekonomiannya masyarakat Desa Pallawa,” kata Makmur di Desa Pallawa, Rabu (24/6/2026).
Menurut Makmur, jalan tersebut terakhir kali tersentuh pembangunan pada 1994. Selama hampir 32 tahun, warga belum kembali menikmati perbaikan akses yang layak.
“Jalan inspeksi Bendung Irigasi Jepang dibangun pada saat tahun 1994. Jadi artinya ini sudah hampir 32 tahun belum disentuh kembali untuk rehabilitasi,” ujar dia.
Makmur mengatakan kondisi jalan itu membutuhkan perhatian Balai Pompengan Jeneberang karena berada dalam kewenangannya.
Jalan rusak membuat biaya angkut hasil bumi meningkat. Pedagang masih datang menjemput komoditas warga, tetapi mobilisasi terbatas karena kendaraan sulit melintas.
Di tengah keterbatasan itu, pemerintah desa tetap membangun fasilitas dasar. Perpustakaan Tomacca dan SD Inpres 581 di Dusun Labole selesai dibangun pada 2023. Seluruh material bangunan diangkut secara manual karena kendaraan roda empat tidak bisa masuk.
Pallawa memiliki tanah subur, hasil bumi bernilai jual, dan warga yang produktif. Namun, jalan yang terkunci sejak 1994 membuat potensi desa itu sulit bergerak lebih jauh.
(Rahmatia Ardi / Amina Rahma Ahmad / Unhas TV)
JALAN RUSAK - Pintu Gerbang Desa Pallawa di Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Bone. Desa Pallawa menyimpan potensi SDA yang melimpah, namun akses jalan yang rusak. (Unhas TV / Amina Rahma Ahmad)



-300x169.webp)

-300x225.webp)


