MAKASSAR, UNHAS.TV — Universitas Hasanuddin (Unhas) membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dengan latar belakang dan kebutuhan yang beragam.
Pada penerimaan mahasiswa baru 2026, sebanyak 20 mahasiswa disabilitas menjadi bagian dari mahasiswa baru Unhas yang diterima melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Jalur Mandiri Afirmasi Disabilitas.
Para mahasiswa tersebut turut mengikuti rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unhas 2026 yang digelar di GOR JK Arenatorium, Selasa (11/8/2026), sebagai awal memasuki kehidupan akademik.
Berdasarkan data Pusat Disabilitas Unhas, sebanyak 13 dari 20 mahasiswa disabilitas diterima melalui Jalur Mandiri Afirmasi Disabilitas, sedangkan tujuh lainnya masuk melalui SNBP dan SNBT.
Tahun 2026 menjadi tahun keempat Unhas menerima mahasiswa melalui Jalur Mandiri Afirmasi Disabilitas. Sejak Pusat Disabilitas Unhas berdiri pada 2023, sebanyak 70 mahasiswa disabilitas telah diterima di berbagai fakultas dan program studi, termasuk pada jenjang magister.
Mahasiswa baru disabilitas angkatan 2026 memiliki latar belakang yang beragam. Sebanyak 11 mahasiswa merupakan penyandang disabilitas fisik dan enam mahasiswa merupakan penyandang disabilitas sensori pendengaran atau Tuli/hard of hearing.
Selain itu, terdapat mahasiswa dengan disabilitas mental psikososial dan spektrum autisme. Mereka juga berasal dari sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Pinrang dan Papua.
Bidang studi yang ditempati kuliah yakni Administrasi Publik, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Politik, Antropologi, Ilmu Komunikasi, Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, Manajemen, Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Hukum, Peternakan, Kedokteran Hewan, Psikologi, Pariwisata, Perikanan, hingga program vokasi.
Salah satu mahasiswa yang memulai perjalanan barunya di Unhas adalah Bintang Dirgantara, mahasiswa baru Fakultas Hukum bidang studi Hukum Administrasi Negara yang diterima melalui Jalur Afirmasi Disabilitas.
Menggunakan bahasa isyarat, Bintang memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan kebahagiaan keluarganya setelah diterima di Unhas dan harapannya terhadap lingkungan kampus yang semakin inklusif.
“Halo, perkenalkan nama saya Bintang. Panggilan isyarat saya seperti ini. Selama masuk di Unhas, orang tua saya merasa sangat bangga dan senang. Semoga ke depannya kampus bisa lebih inklusif dan aksesibel,” ungkap Bintang melalui bahasa isyarat yang diterjemahkan.
Keragaman mahasiswa baru tersebut turut mendapat ruang dalam Prosesi Penerimaan Mahasiswa Baru Unhas 2026, Selasa (11/8/2026).
Pada prosesi tersebut, jas almamater secara simbolis disematkan kepada Muhammad Ali Syariati, mahasiswa baru dengan cerebral palsy dari Departemen Ilmu Administrasi FISIP Unhas. Ali berasal dari Pinrang dan merupakan lulusan SMA Negeri 1 Pinrang.
PKKMB Unhas 2026 menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru dari berbagai daerah dan latar belakang untuk mengenal kehidupan kampus.
Keberagaman yang hadir di dalamnya mencerminkan lingkungan akademik yang semakin terbuka dan inklusif, tempat seluruh mahasiswa dapat belajar, berinteraksi, berpartisipasi, serta berkembang bersama selama menempuh pendidikan di Universitas Hasanuddin.
(Mustika Syaharuddin / Unhas TV)
RUANG DISABILITAS - Bintang Dirgantara, mahasiswa baru penyandang disabilitas pada Fakultas Hukum bidang studi Hukum Administrasi Negara saat mengikuti PKKMB Unhas 2026 di GOR JK Arenatorium, Selasa (11/8/2026). (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)








