UKRAINA, UNHAS.TV - Serangan besar-besaran yang dilancarkan Rusia di berbagai wilayah di Ukraina mengakibatkan 10 orang tewas, enam di Dnipro dan empat di Ibukota Kyiv.
Selain itu, puluhan orang terluka parah termasuk beberapa anak-anak, setelah Rusia menyerang melalui udara pada tengah malam dan menghantam sejumlah permukiman. Sejumlah aparat kedaruratan kesulitan mencari warga yang terperangkap di reruntuhan gedung.
Serangan ini adalah balasan Rusia atas serangan yang dilancarkan Ukraina yang menyasar asrama mahasiswa di wilayah yang dikuasai Rusia di timur Ukraina. Pihak Ukraina menyebut, serangan itu semata ke wilayah fasilitas militer Rusia.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengatakan serangan yang dilancarkan Rusia sama sekali tidak berdasar karena menghantam tempat penampungan warga sipil. Komandan Daerah Militer Kyiv, Tymur Tkachenko, mengatakan bahwa serangan Rusia menggunakan rudal balistik jarak menengah.
Pada pekan lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah memberi peringatan kepada warganya agar bersiap-siap atas rencana serangan Rusia. Rusia malah sudah memberi peringatan sebelumnya agar warga sipil dan warga asing untuk segera meninggalkan Kota Kyiv.
Tindakan saling serangan ini menandakan upaya gencatan senjata antara keduanya sama sekali tidak berumur panjang karena kedua pihak sama-sama tidak bisa menahan diri. Kedua pihak saling menuding pihak lawannya yang menciderai upaya gencatan senjata yang seharusnya berlanjut setelah bulan Mei berakhir.(*)
SERANGAN - Serangan rudal balistik yang dilancarkan Rusia menghantam gedung yang oleh Ukraina diklaim sebagai tempat penampungan warga sipil. Sumber: tangkapan layar.

_5-300x200.webp)


-300x173.webp)



