MAKASSAR, UNHAS.TV – Pemerintah Kota Makassar memperkuat langkah antisipasi terhadap perkembangan pencemaran udara dan kabut asap yang melanda wilayah Kota Makassar. Melalui kegiatan Coffee Morning bersama media di The Hills Signature, Kamis, (15/10/2026).
Pemerintah membahas kondisi terkini kualitas udara, risiko kesehatan masyarakat, serta langkah mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan memburuknya kondisi udara.
Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala BPBD Kota Makassar Dr HM Fadli Tahar, Ketua Tim Kerja Klimatologi BMKG Wilayah IV Makassar Muflihah, serta Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Makassar dr Andi Mariani MHKes.
Sejumlah media di Kota Makassar turut hadir untuk membahas perkembangan kualitas udara dan dampaknya terhadap masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr Andi Mariani MHKes menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap kemungkinan peningkatan pencemaran udara.
Menurutnya, langkah mitigasi perlu dipersiapkan untuk mengantisipasi kondisi yang semakin memburuk.
Ia menjelaskan, berdasarkan data yang disampaikan dalam forum tersebut, tingkat pencemaran udara di Makassar sempat mencapai angka 153. Kondisi ini menjadi perhatian karena peningkatan polusi dapat memperbesar risiko gangguan kesehatan masyarakat.
“Kalau kita mau bandingkan, kita itu paling tingginya kemarin 153. Jadi angka tidak sehat, sangat tidak sehat,” ungkap Andi Mariani.
Ia menambahkan, kemungkinan pembatasan aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan sekolah, perlu dipertimbangkan apabila kondisi pencemaran udara terus meningkat.
Namun, keputusan tersebut belum ditetapkan dan masih memerlukan pemantauan serta koordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait.
“Kalau misalnya terjadi eskalasi semakin banyak, itu kemungkinan nanti bisa saja memang kita pembatasan kegiatan, aktivitas. Bukan hanya sekolah, barangkali tidak diminta-mintanya. Tapi kita harus aware, mitigasi, jangan sampai hal itu terjadi,” tuturnya.
Pembagian Tugas Antarinstansi
Sementara itu, BPBD Kota Makassar menyatakan telah melakukan koordinasi lintas instansi untuk mengantisipasi dampak pencemaran udara dan kabut asap. Langkah tersebut dilakukan melalui pembagian tugas antarinstansi, pertukaran informasi, serta penyaluran masker kepada masyarakat.
Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, mengungkapkan bahwa koordinasi tersebut dilakukan atas arahan Wali Kota Makassar sebagai bagian dari upaya penanganan dampak pencemaran udara.
Kolaborasi melibatkan sejumlah pihak, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, dan Satuan Polisi Pamong Praja.
“Jadi, intervensi untuk kejadian kabut asap dan pencemaran udara ini telah kami antisipasi atas perintah wali kota untuk membuat rapat. Jadi, kami sama stakeholder ini melakukan kolaborasi, artinya bagaimana kita bersatu untuk saling bagi tugas, supaya semua ini bisa cepat kita selesaikan,” ungkap Fadli Tahar.
Ia menjelaskan, distribusi masker telah dilakukan, termasuk kepada sejumlah sekolah. Upaya tersebut juga diperluas melalui kerja sama dengan komunitas untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan perlindungan dari paparan polusi udara.
BPBD Kota Makassar memprioritaskan kelompok rentan dalam distribusi masker, terutama anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker serta mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak selama kondisi kualitas udara belum membaik.
Dalam upaya memperluas jangkauan bantuan, BPBD juga mengajak pihak swasta, badan usaha milik negara, serta berbagai komunitas untuk berkontribusi melalui bantuan masker dan dukungan lainnya.
Koordinasi dengan jajaran kelurahan terus dilakukan agar penyaluran bantuan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Pemerintah Kota Makassar juga terus mendorong edukasi mengenai risiko paparan polusi udara dan pentingnya langkah perlindungan diri.
Upaya mitigasi tersebut diharapkan dapat menekan risiko gangguan kesehatan, khususnya bagi kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap dampak pencemaran udara.
Kegiatan Coffee Morning kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber untuk membahas perkembangan pencemaran udara, langkah penanganan, serta upaya perlindungan masyarakat di Kota Makassar.
(Andrea Ririn Karina / Unhas TV)
KABUT ASAP - Pemkot Makassar menggelar Coffee Morning bersama media di The Hills Signature, Makassar, Kamis, (15/10/2026). Pada kegiatan ini dibahas langkah antisipasi terhadap perkembangan pencemaran udara dan kabut asap yang melanda wilayah Kota Makassar. (Unhas TV / Andrea Ririn Karina)

-300x200.webp)






