MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi titik temu para Wakil Rektor Bidang Akademik dari perguruan tinggi negeri se-Indonesia untuk membahas arah baru dan tantangan pendidikan tinggi nasional.
Melalui Forum Wakil Rektor Bidang Akademik Perguruan Tinggi Negeri Indonesia 2026, para pimpinan perguruan tinggi mendalami sejumlah isu strategis, mulai dari keberhasilan mahasiswa, penerimaan mahasiswa baru, penguatan kompetensi lulusan, hingga integritas proses seleksi.
Pertemuan yang berlangsung di Unhas Hotel and Convention, Kampus Tamalanrea, Makassar, Kamis (17/9/2026), menjadi ruang konsolidasi bagi perguruan tinggi negeri dalam merumuskan langkah bersama menghadapi perubahan lanskap pendidikan tinggi.
Forum tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 16 hingga 19 September 2026. Sejumlah agenda utama dibahas, termasuk kebijakan nasional pendidikan tinggi, tata kelola akademik, sistem penerimaan mahasiswa baru, serta strategi meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi di Indonesia.
Pada hari kedua pelaksanaan forum, pembahasan diarahkan pada berbagai persoalan yang menjadi perhatian bersama di lingkungan perguruan tinggi negeri.
Para peserta tidak hanya membicarakan kebijakan yang berlaku, tetapi juga bertukar pengalaman dan praktik terbaik yang telah diterapkan di masing-masing institusi.
Ketua Forum Wakil Rektor Bidang Akademik Perguruan Tinggi Negeri Indonesia 2026 yang juga Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Prof. Muhammad Ruslin, mengatakan forum tersebut merupakan wadah koordinasi antarwakil rektor bidang akademik dari 75 perguruan tinggi negeri di Indonesia.
Menurut Ruslin, meski terdapat perbedaan nomenklatur jabatan di sejumlah perguruan tinggi, seperti Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan maupun Wakil Rektor Bidang Akademik, forum tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni memperkuat penyelenggaraan pendidikan tinggi.
“Ini adalah forum untuk Wakil Rektor Bidang Akademik. Akademik yang kami lakukan sebenarnya sudah ada beberapa pertemuan sebelumnya," ujarnya.
"Forum di tahun 2026 ini untuk mengumpulkan para wakil rektor membicarakan isu-isu yang diberikan dari Majelis Forum Rektor Indonesia untuk kemudian menjadi rekomendasi,” tambah Prof Ruslin.
Hasil pembahasan forum nantinya akan menjadi masukan kepada Majelis Forum Rektor Indonesia sebelum diteruskan sebagai bahan rekomendasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Salah satu isu yang menjadi perhatian utama adalah penguatan sistem penerimaan mahasiswa baru. Menurut Prof Ruslin, perguruan tinggi perlu menyusun langkah mitigasi untuk menjaga integritas seleksi sekaligus mencegah potensi kecurangan dalam berbagai jalur penerimaan.
“Forum ini diharapkan bisa membuat suatu konsep atau masukan untuk memitigasi hal-hal yang mungkin terjadi. Semua perguruan tinggi memiliki pengalaman masing-masing, termasuk dalam menghadapi celah yang ada dalam sistem seleksi,” katanya.
Mantan Dekan FKG Unhas itu menjelaskan, pengalaman dari proses seleksi sebelumnya menjadi bahan evaluasi bersama. Salah satunya terkait pengaturan teknis pelaksanaan ujian berbasis tes pada program studi tertentu yang memiliki tingkat persaingan tinggi.
Menurut dia, penguatan sistem seleksi harus dilakukan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan aspek keamanan, transparansi, dan keadilan bagi seluruh calon mahasiswa.
Empat isu utama kemudian menjadi fokus pembahasan dalam forum ini. Pertama, angka efisiensi edukasi atau AEE dan keberhasilan mahasiswa (student success).
Kedua, proporsi daya tampung jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan jalur mandiri.
Ketiga, bobot penilaian serta standar kompetensi lulusan. Keempat, integritas dalam proses penerimaan mahasiswa baru.
Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi negeri untuk memperkuat sistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Selain membahas regulasi, forum juga membuka ruang pertukaran pengalaman antaruniversitas dalam meningkatkan kualitas layanan akademik.
Prof. Ruslin menyampaikan, seluruh hasil diskusi akan dirangkum menjadi rekomendasi strategis yang dapat memperkuat tata kelola akademik nasional.
“Masukan dari para wakil rektor yang melakukan *best practice* di perguruan tinggi masing-masing nantinya bisa menjadi rekomendasi secara nasional,” ujarnya.
Melalui forum ini, Universitas Hasanuddin tidak hanya menjadi tuan rumah pertemuan akademik, tetapi juga menjadi ruang dialog bagi perguruan tinggi negeri dalam menyusun arah transformasi pendidikan tinggi Indonesia.
(Zahra Tsabita Sucheng / Unhas TV)
FORUM AKADEMIK - Wakil Rektor Bidang Akademik PTN se-Indonesia mengikuti Forum Akademik 2026 di Unhas Hotel and Convention, Makassar, Kamis (17/9/2026). Mereka membahas transformasi pendidikan tinggi dan penguatan tata kelola akademik nasional. (Unhas TV / Zahra Tsabita Sucheng)








