MAKASSAR, UNHAS.TV – Setelah menangani sejumlah event di Makassar dan Jakarta, PT Hadin Media Nusantara melalui unit bisnis Event Organizer (Unhas EO) kembali memperluas jangkauan bisnisnya.
Kali ini, tim Unhas TV akan bergerak ke Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, untuk menggarap Expo NK Sumo Sakti Syngenta Luwuk Banggai.
Kepastian penanganan event tersebut dituangkan dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangani di Gedung Science Techno Park Universitas Hasanuddin, Makassar, Jumat, (25/9/2026). Dalam kerja sama tersebut, PT Hadin Media Nusantara melalui Unhas EO akan terlibat dalam pengelolaan dan pelaksanaan event.
Corporate Secretary PT Hadin Media Nusantara, Andi Rusbiandi, mengatakan proyek di Luwuk Banggai menjadi bagian dari langkah perusahaan memperluas pasar bisnis event di luar Sulawesi Selatan.
“Selama ini kami terus membangun kapasitas tim agar Unhas TV dan PT Hadin Media Nusantara tidak hanya kuat dalam produksi media dan publikasi, tetapi juga mampu menangani event secara profesional. Luwuk Banggai menjadi proyek penting karena membawa tim kami bekerja di daerah dan pasar yang baru,” kata Andi.
Expo NK Sumo Sakti merupakan bagian dari aktivitas Syngenta untuk mendekatkan inovasi pertanian kepada petani, khususnya teknologi benih jagung. NK Sumo Sakti atau NK7328s merupakan benih jagung hibrida bioteknologi yang dikembangkan Syngenta.
Produk ini memiliki karakter toleran terhadap herbisida berbahan aktif glifosat serta tahan terhadap serangan hama penggerek batang jagung.
Syngenta sendiri merupakan perusahaan agroteknologi global yang bergerak antara lain dalam bidang perlindungan tanaman dan benih. Di Indonesia, Syngenta telah hadir sejak dekade 1960-an dan mengembangkan berbagai teknologi serta inovasi pertanian untuk mendukung petani.
Secara global, Syngenta merupakan bagian dari Syngenta Group yang berkantor pusat manajemen di Swiss dan memiliki jaringan di lebih dari 90 negara.
Kegiatan yang memperkenalkan NK Sumo Sakti sebelumnya juga telah berlangsung di sejumlah sentra pertanian Indonesia. Pada 2025, misalnya, NK Sumo Sakti Expo di Boyolali, Jawa Tengah, menjadi salah satu dari 25 kegiatan lapangan yang berlangsung secara serentak di berbagai wilayah Indonesia dalam rangka 25 tahun Syngenta.
Kegiatan di Boyolali diikuti ratusan petani dan pelajar serta menampilkan demonstrasi lapangan tanaman jagung dan teknologi pertanian.
Jejak kegiatan serupa juga terdapat di Sulawesi Selatan. Pada 12 Agustus 2025, Expo NK Sumo Sakti dilaksanakan di Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa. Kegiatan tersebut melibatkan petani setempat dan dihadiri unsur pemerintah daerah.
Sebelumnya, di Syngenta Learning Center, Lampung Timur, Syngenta juga menggelar kegiatan lapangan yang mempertemukan petani dengan teknologi NK Sumo Sakti. Petani diajak melihat langsung praktik budidaya jagung sekaligus mengenali karakter benih tersebut, termasuk ketahanannya terhadap hama penggerek batang dan toleransinya terhadap herbisida glifosat.
Di Indonesia Timur, NK Sumo Sakti juga diperkenalkan dalam kegiatan expo dan panen raya Corn Edu Center di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, pada April 2025.
Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 1.000 orang, termasuk sekitar 750 petani dari enam kabupaten, dan menjadi ruang demonstrasi teknologi pertanian serta pengembangan ekosistem budidaya jagung.
Menurut Andi, karakter kegiatan seperti ini membuat proyek Luwuk Banggai menarik bagi pengembangan bisnis Unhas EO. Event bukan semata kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang pertemuan antara perusahaan, teknologi pertanian, petani, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan.
Dalam proyek Luwuk Banggai, ruang lingkup pekerjaan Unhas EO mencakup perencanaan, pengelolaan dan koordinasi event, kebutuhan teknis dan operasional, koordinasi dengan klien, vendor, pengisi acara dan tenaga kerja, hingga kebutuhan produksi serta administrasi kegiatan.
Tim PT Hadin Media Nusantara juga dapat terlibat dalam produksi dan operasional, dokumentasi dan publikasi, administrasi, serta koordinasi vendor. Dengan demikian, kekuatan media yang selama ini dimiliki Unhas TV dapat dipadukan dengan kemampuan penyelenggaraan event.
“Kami ingin membangun EO yang tidak sekadar menyiapkan panggung dan menjalankan rundown. Kami memiliki tim kreatif, produksi audiovisual, dokumentasi, publikasi, dan media sosial. Semua kekuatan itu bisa diintegrasikan dalam satu pengelolaan event,” ujar Andi.
Ia mengatakan, masuknya proyek Luwuk Banggai juga menunjukkan bahwa pasar yang dibidik PT Hadin Media Nusantara semakin luas. Unhas EO tidak hanya diarahkan menangani kegiatan universitas, tetapi juga event korporasi, pameran, konferensi, awarding, hingga berbagai kegiatan yang mempertemukan perusahaan dengan masyarakat.
“Setelah beberapa kegiatan di Makassar dan Jakarta, sekarang tim kami bergerak ke Luwuk Banggai. Ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa tim yang tumbuh dari ekosistem Unhas mampu bekerja secara profesional untuk klien korporasi di berbagai daerah Indonesia,” kata Andi.
Bagi PT Hadin Media Nusantara, proyek di Luwuk Banggai menjadi bagian dari upaya membangun jaringan bisnis yang lebih luas. Setiap event diharapkan tidak berhenti ketika acara selesai, tetapi membuka jejaring baru, mempertemukan perusahaan dengan berbagai mitra, sekaligus memperkuat portofolio Unhas EO di industri event nasional.
“Yang ingin kami bangun adalah kepercayaan. Kalau satu proyek bisa kita kerjakan dengan baik, proyek itu akan menjadi pintu menuju daerah dan klien berikutnya,” tutup Andi.
Kegiatan IntechSEA 2026 yang digelar Unhas dan Unhas TV di Jakarta, 14 September 2026








