UNHAS.TV - Tantangan yang dihadapi para petani di Desa Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, adalah banjir yang kerap menggenangi sawah mereka. Dengan ketinggian air yang bisa mencapai dua meter selama musim hujan, produktivitas pertanian di lahan petani Moncolongloe menurun drastis. Namun, ada harapan baru melalui teknik budidaya padi apung yang diperkenalkan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KPI Universitas Hasanuddin. Melalui program penguatan kapasitas organisasi kemahasiswaan, teknik ini memberikan alternatif solusi yang nyata bagi para petani, meningkatkan semangat mereka untuk kembali mengolah lahan. Mendengar langsung dari petani, mereka merasakan manfaat yang signifikan dari penerapan budidaya padi apung. Selain itu, peran aktif penyuluh pertanian lapangan juga sangat berkontribusi dalam mendampingi petani. (*) Simak selengkapnya liputan berikut ini.
Saintek
Video: Teknik Budidaya Padi Apung, Solusi bagi Petani yang Sawahnya Tergenang Air
Baca Artikel Terkait :
Tahukah Kamu?
Asal Pilih BBM Bisa Merusak, Ini Kata Pakar Unhas Tentang Efek BBM Tak Sesuai Spesifikasi Mesin
by Arif Fuddin Usman
21 April, 2025
Saintek
Video: Teknik Budidaya Padi Apung, Solusi bagi Petani yang Sawahnya Tergenang Air
by Arif Fuddin Usman
30 Oktober, 2024
Tahukah Kamu?
Hakim Tanpa Toga di Sidang Perkara Anak, Pembimbing Kemasyarakatan: Agar Anak Lebih Terbuka
by Arif Fuddin Usman
20 Desember, 2024
Baca Artikel Lainnya :
News
Video: PLN Mobile Run 2025 Kampanyekan Lingkungan Lewat Lari
by Arif Fuddin Usman
24 Juni, 2025


-300x184.webp)





