UNHAS.TV - Tantangan yang dihadapi para petani di Desa Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, adalah banjir yang kerap menggenangi sawah mereka. Dengan ketinggian air yang bisa mencapai dua meter selama musim hujan, produktivitas pertanian di lahan petani Moncolongloe menurun drastis. Namun, ada harapan baru melalui teknik budidaya padi apung yang diperkenalkan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KPI Universitas Hasanuddin. Melalui program penguatan kapasitas organisasi kemahasiswaan, teknik ini memberikan alternatif solusi yang nyata bagi para petani, meningkatkan semangat mereka untuk kembali mengolah lahan. Mendengar langsung dari petani, mereka merasakan manfaat yang signifikan dari penerapan budidaya padi apung. Selain itu, peran aktif penyuluh pertanian lapangan juga sangat berkontribusi dalam mendampingi petani. (*) Simak selengkapnya liputan berikut ini.
Saintek
Video: Teknik Budidaya Padi Apung, Solusi bagi Petani yang Sawahnya Tergenang Air
Baca Artikel Terkait :
Tahukah Kamu?
Emosi Bisa Bikin Tubuh Memberi Respon Tak Terduga, Salah Satunya Cegukan, Kenapa Bisa?
by Arif Fuddin Usman
10 Oktober, 2025
Baca Artikel Lainnya :
News
Bapenda Makassar Raih Juara 3 di Turnamen Wali Kota Padel Cup 2025
by Arif Fuddin Usman
08 Oktober, 2025
Program
Video: Menara FEB Representasi Efisiensi & Masa Depan Pendidikan Tinggi
by Arif Fuddin Usman
25 Desember, 2024

-300x169.webp)




_1-300x183.webp)

