UNHAS.TV - Tantangan yang dihadapi para petani di Desa Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, adalah banjir yang kerap menggenangi sawah mereka. Dengan ketinggian air yang bisa mencapai dua meter selama musim hujan, produktivitas pertanian di lahan petani Moncolongloe menurun drastis. Namun, ada harapan baru melalui teknik budidaya padi apung yang diperkenalkan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KPI Universitas Hasanuddin. Melalui program penguatan kapasitas organisasi kemahasiswaan, teknik ini memberikan alternatif solusi yang nyata bagi para petani, meningkatkan semangat mereka untuk kembali mengolah lahan. Mendengar langsung dari petani, mereka merasakan manfaat yang signifikan dari penerapan budidaya padi apung. Selain itu, peran aktif penyuluh pertanian lapangan juga sangat berkontribusi dalam mendampingi petani. (*) Simak selengkapnya liputan berikut ini.
Saintek
Video: Teknik Budidaya Padi Apung, Solusi bagi Petani yang Sawahnya Tergenang Air
Baca Artikel Terkait :
Tahukah Kamu?
Manipulasi Emosional, Jurus yang Dipakai Agus Buntung Perdayai Korbannya
by Arif Fuddin Usman
24 Desember, 2024
Saintek
Video: Teknik Budidaya Padi Apung, Solusi bagi Petani yang Sawahnya Tergenang Air
by Arif Fuddin Usman
30 Oktober, 2024
Saintek
Bersiaplah, Tujuh Tahun Lagi Bumi Bakal Dihantam Benda Angkasa
by Amir Pallawa Rukka
18 Februari, 2025
Saintek
Tiga Remaja India Ciptakan Kulkas Tanpa Listrik, Menangi Earth Prize 2025
by Supratman
07 Mei, 2025
Baca Artikel Lainnya :
News
Logo HUT ke-356 Sulsel Simbol Sinergitas, Tema Sulsel Maju dan Berkarakter
by Arif Fuddin Usman
19 September, 2025
News
Densus 88 Pulangkan Keluarga Terduga Tindak Terorisme di Malang
by Amir Pallawa Rukka
06 Agustus, 2024
News
Himajie FEB Unhas Gelar Neforia 2025, Ide Ekonomi Hijau Lintas Generasi
by Arif Fuddin Usman
15 September, 2025




-300x180.webp)



