Sport

Welbeck Jadi Mimpi Buruk Liverpool, Peluang The Reds ke Liga Champions Buram

DUA GOL - Danny Welbeck kalahkan lini belakang Liverpool dan berhasil mencetak dua gol, Sabtu (21/3/2026) malam. (Screenshot The Sun/EPA)

LIVERPOOL, UNHAS.TV - Danny Welbeck memberi jawaban telak sehari setelah namanya tak masuk skuad besar tim nasional Inggris racikan Thomas Tuchel.

Penyerang Brighton & Hove Albion itu mencetak dua gol ke gawang Liverpool dan membawa timnya menang 2-1 dalam laga Liga Primer Inggris yang kian menekan ambisi The Reds menembus empat besar.

Bagi Liverpool, hasil ini menjadi pukulan lain di tengah upaya mereka keluar dari periode goyah. Kemenangan meyakinkan atas Galatasaray di Liga Champions pada pertengahan pekan sempat memunculkan harapan bahwa tim asuhan Arne Slot mulai menemukan kembali bentuk terbaiknya.

Namun lawatan ke markas Brighton justru memperlihatkan sebaliknya. Liverpool masih tampak rapuh, gugup, dan jauh dari meyakinkan.

Kondisi itu tak lepas dari absennya sejumlah pemain penting. Kiper utama Alisson tak tersedia, begitu pula Mohamed Salah. Situasi makin sulit ketika penyerang anyar Hugo Ekitike harus ditarik keluar pada menit-menit awal karena cedera.

Meski begitu, Liverpool tetap menurunkan cukup banyak pemain dengan kualitas tinggi. Masalahnya, kualitas itu tak menjelma menjadi permainan yang lepas, padu, dan percaya diri.

Slot membuka laga dengan duet Cody Gakpo dan Ekitike di depan. Formasi itu hanya bertahan tujuh menit. Setelah sempat mencoba melanjutkan pertandingan, Ekitike akhirnya tak sanggup bertahan.

Ia kemudian digantikan Curtis Jones. Perubahan dini itu memaksa Florian Wirtz bergerak lebih dekat ke lini depan mendampingi Gakpo.

Sebelum pertandingan benar-benar menemukan ritmenya, Brighton sudah lebih dulu memperlihatkan ancaman. Mantan gelandang Liverpool, James Milner, sempat menguji lini pertahanan lawan.

Lalu, pada menit ke-15, tuan rumah memecah kebuntuan. Liverpool memberi terlalu banyak ruang kepada Ferdi Kadioglu untuk mengirim umpan silang ke tiang jauh.

Diego Gomez menyundul bola kembali ke tengah kotak penalti. Welbeck lolos dari kawalan Ibrahima Konate, menyambut bola dengan leluasa, lalu menaklukkan kiper Giorgi Mamardashvili.

Gol itu menjadi gambaran betapa mudah Brighton menembus pertahanan Liverpool. Tim tamu tampak kehilangan intensitas yang sempat mereka tunjukkan saat melawan Galatasaray.

Brighton bahkan nyaris menggandakan keunggulan ketika Gomez menyambut umpan Yankuba Minteh, tetapi sundulannya melambung.

Liverpool kemudian berusaha menata diri. Dominik Szoboszlai menjadi salah satu pemain yang paling aktif mencari jalan keluar dari kebuntuan, menggiring bola dari lini tengah dan memaksa permainan bergerak.

Tetapi upaya Liverpool tetap terlihat terpecah-pecah. Mereka lebih banyak menguasai bola tanpa mampu menciptakan peluang bersih.

Kesempatan menyamakan skor justru datang bukan dari kombinasi matang, melainkan dari kesalahan lawan. Setelah Brighton menghalau sepak pojok Liverpool, bola dikembalikan jauh hingga ke Mamardashvili.

Kiper asal Georgia itu mengirim umpan panjang yang semula tampak tak berbahaya. Namun kapten Brighton, Lewis Dunk, salah mengantisipasi. Ia mencoba menyundul bola ke belakang tanpa menyadari Milos Kerkez berlari di belakangnya.

Bek Liverpool itu lebih cepat mencapai bola dan berhasil mencungkil bola untuk melewati kiper Bart Verbruggen. Gol tersebut menjadi gol keduanya untuk Liverpool sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Tanpa Ekitike, Kehilangan Titik Tekan

>> Baca Selanjutnya