Sport

Welbeck Jadi Mimpi Buruk Liverpool, Peluang The Reds ke Liga Champions Buram



DAFTAR CEDERA - Hugo Ekitike bergabung dengan Anders Isak, Alisson Becker dan Mo Salah dalam daftar cedera pemain Liverpool. (Screenshot The Sun/Reuters)


Kesalahan itu sempat mengguncang Brighton. Dunk bahkan nyaris mencetak gol bunuh diri beberapa saat kemudian ketika mencoba mengantisipasi umpan Jeremie Frimpong.

Namun hingga turun minum, Brighton tetap terlihat lebih nyaman memainkan pertandingan. Sementara Liverpool tetap menunjukkan masalah yang sama: banyak memegang bola, tetapi ragu mengambil risiko.

Babak kedua tidak banyak mengubah pola. Liverpool terus berupaya membangun serangan, tetapi permainan mereka tetap kaku. Tanpa penyerang murni setelah keluarnya Ekitike, serangan mereka kehilangan titik tekan.

Para pemain tampak terlalu terikat pada peran masing-masing dan enggan keluar dari pola. Situasi itu membuat Brighton lebih mudah membaca permainan tamunya.

Sebaliknya, Brighton justru terlihat lebih berbahaya setiap kali merebut bola. Kadioglu beberapa kali menusuk dari sisi kiri dan memaksa Mamardashvili bekerja. Minteh juga menjadi ancaman konstan di sayap. Kecepatannya berulang kali membuat Frimpong kerepotan.

Dari sisi itulah gol kedua Brighton lahir. Minteh, yang kali ini dikawal Szoboszlai alih-alih Frimpong, mengirim umpan silang tajam ke tiang jauh.

Jack Hinshelwood lolos di belakang garis pertahanan Liverpool dan mengarahkan bola ke tengah. Welbeck yang berdiri bebas tinggal menyelesaikannya dari jarak dekat. VAR sempat memeriksa kemungkinan offside, namun gol tetap disahkan.

Gol kedua Welbeck itu seolah menutup narasi pertandingan. Liverpool memang masih mencoba merespons. Slot bahkan menarik Frimpong dan memasukkan pemain muda Rio Ngumoha. Namun perubahan itu tak banyak menggeser arah permainan.

Brighton tetap lebih mengancam. Mamardashvili dipaksa melakukan penyelamatan penting atas tendangan bebas Gomez, lalu menggagalkan peluang satu lawan satu Minteh setelah penyerang sayap itu dilepas dengan umpan matang dari Welbeck.

Masuknya Kaoru Mitoma tak membuat tekanan Brighton menurun. Penyerang Jepang itu langsung mengacak-acak pertahanan Liverpool, melewati Jones dan Szoboszlai sebelum menyodorkan bola kepada Hinshelwood.

Peluang emas itu gagal dimaksimalkan. Tak lama kemudian, Yasin Ayari hampir menambah keunggulan, tetapi tendangannya diblok Jones di garis gawang.

Bahwa Brighton tak mencetak gol ketiga tak mengubah kesimpulan utama dari pertandingan ini. Mereka tampil lebih terorganisasi, lebih berani, dan lebih tajam. Liverpool, sebaliknya, bermain seperti tim yang dibebani kecemasan.

Kekalahan ini menjadi yang kesepuluh bagi mereka di Liga Primer musim ini—jumlah yang belum pernah mereka capai selama satu dekade terakhir, tepatnya sejak musim pertama Juergen Klopp di klub itu.

Bagi Welbeck, dua gol ini menjadi jawaban paling keras atas keputusan Tuchel yang mencoretnya dari skuad Inggris. Bagi Liverpool, hasil di pantai selatan ini adalah alarm lain di babak perempatfinal Liga Champions. Musim mereka bakal lebih berat. (*)