Mahasiswa
Pendidikan

Bawakan Kuliah Umum, Prof Kim Sool-Il Ungkap Tiga Bekal Penting Menuju Kesuksesan Mahasiswa

KULIAH UMUM - Prof Kim Sool-Il memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Universitas Hasanuddin di Ruang Senat Unhas, Gedung Rektorat, Kampus Tamalanrea, Makassar, Senin (21/9/2026). Kegiatan ini memperkuat internasionalisasi melalui pengembangan SDM dan jejaring. (Unhas TV / Husnul Khatimah)

MAKASSAR, UNHAS.TV Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat agenda internasionalisasi kampus melalui kuliah umum yang menghadirkan Chairman of Busan Indonesia Center sekaligus mantan diplomat Korea Selatan, Profesor Kim Sool-Il.

Kegiatan ini membuka ruang pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus memperluas peluang kerja sama Unhas dengan mitra internasional.

Kuliah umum berlangsung di Ruang Senat Lantai 2 Gedung Rektorat Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Senin (21/9/2026).

Dalam forum tersebut, Kim membagikan pengalaman hidup dan pandangannya tentang pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi kemajuan individu maupun sebuah negara.

Kim menceritakan perjalanan hidupnya sejak masa kecil hingga berhasil meraih posisi sebagai guru besar. Dari pengalaman tersebut, ia menekankan tiga unsur yang menurutnya menentukan perjalanan menuju keberhasilan, yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

Ketiga unsur itu, kata Kim, perlu dibangun secara beriringan. Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai pengetahuan akademik.

Mereka juga perlu mengembangkan keterampilan serta sikap yang mendukung kemampuan beradaptasi dan bekerja dalam lingkungan yang terus berubah.

Dalam kuliahnya, Kim turut mengangkat perjalanan pembangunan Korea Selatan. Negara tersebut pernah menghadapi keterbatasan ekonomi sebelum berkembang menjadi salah satu negara maju dan memiliki pengaruh kuat dalam industri, teknologi, pendidikan, serta kebudayaan global.

Rektor Uhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc mengatakan pengalaman Korea Selatan memberikan pelajaran penting bagi Indonesia, terutama mengenai investasi dalam pengembangan manusia.

Menurut Jamaluddin, Indonesia pada dekade 1970-an pernah berada dalam kondisi ekonomi yang relatif lebih baik dibandingkan Korea Selatan.

Perjalanan kedua negara kemudian berkembang berbeda. Korea Selatan mampu mempercepat pertumbuhannya melalui investasi serius pada kualitas sumber daya manusia.

“Human capital menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong kemajuan sebuah negara,” kata Jamaluddin.

Ia menilai Indonesia dapat mempelajari strategi Korea Selatan dalam mempercepat transformasi sumber daya manusia. Perguruan tinggi, menurut dia, memiliki posisi strategis karena menjadi tempat pengembangan pengetahuan, kompetensi, inovasi, dan kualitas generasi muda.

Jamaluddin mengatakan kerja sama Unhas dengan mitra internasional tidak berhenti pada kegiatan akademik seperti kuliah umum. Kampus menargetkan kerja sama tersebut berkembang menjadi program yang lebih operasional.

Program itu antara lain pertukaran mahasiswa, pertukaran staf, kegiatan akademik bersama, serta berbagai bentuk kolaborasi internasional lainnya.

Melalui jejaring tersebut, Unhas berharap dapat memperluas pengalaman global sivitas akademika, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan memperkuat pengembangan sumber daya manusia.

Kuliah umum bersama Kim Sool-Il menjadi bagian dari langkah Unhas memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan Indonesia.

(Zulkarnaen Jumar Taufik / Husnul Hatimah / Unhas TV)