Mahasiswa
Pendidikan

Expo KKN Unhas 116 Pamerkan Karya 5.062 Mahasiswa, Inovasi Didorong Berlanjut ke Masyarakat



Kepala Subdirektorat Pembelajaran Berbasis Masyarakat Unhas, Dr Ir Sulaeha Thamrin SP MSi. (Unhas TV / Zahra Tsabita)


Unhas berencana menindaklanjuti sejumlah produk potensial dengan melibatkan bidang inovasi universitas. Pendampingan akan diarahkan agar produk yang dikembangkan mahasiswa bersama masyarakat dapat ditingkatkan kualitas dan nilai ekonominya.

Ruslin mengatakan perguruan tinggi akan melihat kemungkinan pengembangan produk melalui skema lanjutan, termasuk peluang membentuk usaha turunan atau spin-off. Produk yang dinilai potensial juga akan didampingi dalam proses pemberian merek dan pengurusan izin edar.

“Karya-karya masyarakat KKN akan kami follow-up. Kami dampingi apakah bisa dilakukan pengembangan spin-off, sehingga hasilnya bisa diberi izin edar dan bisa dijual ke masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ruslin, pendampingan dapat mencakup penguatan merek hingga pengurusan perizinan yang diperlukan, termasuk aspek yang berkaitan dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Upaya tersebut diharapkan membuat masyarakat yang sebelumnya menjadi mitra mahasiswa dalam program KKN dapat melanjutkan dan mengembangkan produk secara mandiri. Dengan begitu, hasil pengabdian tidak berhenti setelah mahasiswa meninggalkan lokasi KKN.

Ruslin mengatakan pola tersebut sekaligus menjadi cara Unhas mendekatkan mahasiswa dengan persoalan konkret yang dihadapi masyarakat.

Mahasiswa tidak hanya membawa pengetahuan akademik ke desa, tetapi juga belajar mengidentifikasi masalah dan mencari penyelesaiannya bersama warga.

Kepala Subdirektorat Pembelajaran Berbasis Masyarakat Unhas, Dr Ir Sulaeha Thamrin SP MSi, mengatakan Expo KKN Gelombang 116 dirancang untuk memperlihatkan hasil yang dikembangkan mahasiswa selama menjalani pengabdian.

“Expo ini untuk menunjukkan apa yang mereka hasilkan selama ber-KKN Gelombang 116. Mereka membuat di tempat KKN, kemudian dibawa ke sini,” kata Sulaeha.

Menurut Sulaeha, sebenarnya terdapat lebih dari dua ribu produk yang dihasilkan dalam pelaksanaan KKN tersebut. Namun, tidak semuanya dapat dipamerkan karena sejumlah produk diminta tetap berada di lokasi KKN lantaran masih digunakan masyarakat.

Ia mengatakan penyelenggaraan expo merupakan kegiatan rutin. Perbedaannya, produk yang lahir pada KKN Gelombang 116 dinilai semakin beragam dan inovatif seiring perkembangan informasi dan teknologi.

Karena itu, Sulaeha berharap hasil KKN tidak hanya berakhir sebagai materi pameran. Produk yang memiliki potensi dapat dimobilisasi dan dikembangkan sehingga memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Bagi mahasiswa, kata dia, KKN juga menjadi ruang untuk membawa pembelajaran di kampus ke kehidupan masyarakat secara langsung.

“Harapannya, ini menjadi momentum bagaimana mahasiswa mengeksplorasi bagaimana mereka bisa berbagi di desa, bukan hanya belajar di kuliah, tetapi juga berbagi pembelajaran di masyarakat,” ujarnya.

Melalui Expo KKN Gelombang 116, Unhas ingin memperpanjang usia karya mahasiswa setelah program pengabdian selesai.

Produk, teknologi, maupun pengetahuan yang telah dikembangkan bersama warga diarahkan untuk terus tumbuh, sekaligus menjadi jalan bagi mahasiswa menerapkan ilmu dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat.

(Zahra Tsabitha Sucheng / Unhas TV)