Pendidikan

Kembangkan Minat Kebudayaan Tiongkok, Pusat Bahasa Mandarin Unhas Adakan Chinese Bridge Competitions

Penanggungjawab Pusat Bahasa Mandarin Unhas, Ria Rosdiana Jubhari MA PhD. (Unhas TV/Moh Resha Maharam)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Kompetisi bahasa dan budaya Mandarin bertajuk 2026 Chinese Bridge – South Sulawesi Regional Final digelar di Aula Stella Gracia School Makassar, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Bahasa Mandarin Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerja sama dengan Stella Gracia School  Makassar sebagai ajang pengembangan minat generasi muda terhadap bahasa Mandarin sekaligus kebudayaan Tiongkok. 

Penanggungjawab Pusat Bahasa Mandarin Unhas, Ria Rosdiana Jubhari MA PhD, menjelaskan Chinese Bridge Competition bukan sekadar perlombaan kemampuan bahasa, tetapi juga menjadi jembatan untuk memperkenalkan kebudayaan Tiongkok kepada peserta dan masyarakat pada umumnya. 

“Ini bukan hanya lomba bahasa Mandarin, tetapi juga kompetisi yang menilai pemahaman peserta tentang budaya Tiongkok. Hari ini merupakan tahap final setelah melalui proses seleksi sebelumnya,” ujarnya. 

Ia menyebutkan, jumlah peserta CBC tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu pada babak final tahun ini tercatat lebih dati 90 peserta yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.

Sejumlah universitas di Makassar turut ambil bagian, di antaranya Universitas Negeri Makassar, Universitas Bosowa, dan Universitas Hasanuddin.

Menurut Ria, kompetisi ini sebenarnya dibuka untuk seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Namun, peserta masih didominasi kawasan perkotaan karena pembelajaran bahasa Mandarin di daerah masih terbatas. 

Karena itu, kegiatan seperti Chinese Bridge ia harapkan mampu memperluas minat masyarakat untuk mempelajari Bahasa  asing tersebut. “Tujuan kami supaya semakin banyak orang mengenal Bahasa  Mandarin dan tertarik mempelajarinya,” jelasnya. 

Para pemenang dari tingkat regional ini nantinya akan mewakili Sulawesi Selatan ke tingkat nasional di Jakarta dan bersaing dengan peserta dari berbagai pusat bahasa Mandarin di Indonesia.

Jika berhasil lolos, pemenang nasional akan diberangkatkan ke Tiongkok untuk mengikuti kompetisi tingkat internasional bersama peserta dari berbagai negara. 

Ria menambahkan, pemilihan Stella Gracia School Makassar sebagai lokasi final karena sekolah tersebut merupakan salah satu teaching site binaan Pusat Bahasa Mandarin Unhas. Kerja sama serupa juga tengah dijajaki dengan sejumlah sekolah lainnya. 

Ia berharap kompetisi tersebut dapat menjadi jembatan antarbudaya, sesuai makna nama Chinese Bridge. Menurut Penanggungjawab Pusat Bahasa Mandarin Unhas tersebut, bahasa Mandarin dapat menjadi sarana memperkuat pemahaman antara masyarakat Indonesia dan Tiongkok. 

“Harapannya semakin banyak orang belajar bahasa Mandarin, semakin tertarik mengenal budayanya, dan akhirnya tercipta saling pengertian antarbudaya,” tuturnya. 

(Achmad Ghiffary M / Moh. Resha Maharam / Unhas TV)