GOWA, UNHAS.TV - Perkembangan teknologi menuntut perguruan tinggi untuk terus menyesuaikan pendidikan dan riset dengan kebutuhan masyarakat, industri, dan pembangunan nasional.
Dalam pendidikan keteknikan, penyesuaian tersebut tidak hanya berkaitan dengan kurikulum, tetapi juga mencakup tata kelola, arah penelitian, hilirisasi, hingga keterhubungan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri.
Arah tersebut menjadi substansi Kick-off Meeting Pengembangan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin yang mengusung tema “Roadmap Pencapaian Teknologi Nasional sebagai Acuan Pengembangan Fakultas Teknik Unhas”.
Kegiatan berlangsung di Exhibition Hall Gedung Center of Technology (CoT), Fakultas Teknik Unhas, Gowa, Rabu (7/10/2026).
Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membahas arah pengembangan Fakultas Teknik Unhas, mulai dari tata kelola dan pembelajaran hingga penelitian. Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kontribusi program studi keteknikan terhadap kebutuhan teknologi nasional.
Dekan Fakultas Teknik Unhas, Prof Dr Eng Ir Muhammad Isran Ramli ST MT IPM AER menjelaskan bahwa pengembangan fakultas akan melalui proses diskusi, peninjauan, benchmarking, serta perbandingan dengan berbagai model pengembangan pendidikan keteknikan di tingkat nasional maupun internasional.
Proses tersebut diperlukan agar pengembangan tidak hanya berorientasi pada perubahan internal, tetapi juga mendorong setiap program studi menghasilkan kontribusi yang lebih luas.
“Semua itu akan melalui diskursus, diskusi, tukar pikiran, review, benchmarking, serta komparasi terhadap model-model pengembangan fakultas ataupun program studi berbasis keteknikan, baik secara nasional maupun internasional. Kita berharap semua program studi yang ada saat ini dapat berkontribusi secara signifikan dan memberikan dampak positif kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Isran.

PENGEMBANGAN - Fakultas Teknik Unhas menggelar Kick-off Meeting Pengembangan Fakultas Teknik untuk merumuskan roadmap teknologi melalui penguatan tata kelola, riset, kurikulum, dan hilirisasi di Kampus Teknik Unhas Gowa, Rabu (7/10/2026). Kegiatan ini melibatkan akademisi serta mitra industri maritim. (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)
Menurut Isran, kick-off meeting tersebut juga menjadi titik awal bagi sivitas akademika untuk bersama-sama memikirkan model manajemen dan tata kelola Fakultas Teknik ke depan.
Dengan demikian, roadmap yang dirancang tidak hanya berbicara mengenai pengembangan fisik atau kelembagaan, tetapi juga kualitas pendidikan dan kontribusi keilmuan.
Arah pengembangan tersebut mendapat dukungan dari pimpinan universitas. Sekretaris Unhas, Prof Dr Eng Amiruddin SSi MSi menilai pengembangan Fakultas Teknik perlu menyentuh penyesuaian kurikulum sekaligus memperkuat penelitian hingga tahap hilirisasi.
Perubahan tersebut, menurutnya, tetap perlu didasarkan pada kajian akademik untuk menentukan model pengembangan yang sesuai, baik pada aspek tata kelola, pembelajaran maupun penelitian.
“Kami dari pimpinan universitas sangat mendukung pengembangan Fakultas Teknik, terutama dalam melakukan restrukturisasi dan penyesuaian kurikulum yang ada, termasuk riset sampai kepada hilirisasi. Pihak universitas menunggu kajian-kajian akademik mengenai apa yang akan dikembangkan, baik dalam tata kelola, pembelajaran maupun penelitian,” kata Amiruddin.
Penyelarasan tersebut membuat roadmap pengembangan Fakultas Teknik tidak hanya berfokus pada struktur kelembagaan. Kurikulum, penelitian, dan hilirisasi menjadi bagian yang saling berkaitan untuk memperkuat kontribusi pendidikan keteknikan terhadap kebutuhan teknologi dan pembangunan.
Salah satu bidang yang menjadi perhatian adalah kemaritiman. Posisi Unhas di kawasan Indonesia tengah dan timur dinilai membuka peluang untuk memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi yang berkaitan dengan sektor tersebut.
Industri Maritim Membutuhkan Riset Lintas Bidang
Keterhubungan antara pengembangan akademik dan kebutuhan industri terlihat dari perspektif Direktur Utama PT PAL Indonesia, Dr Kaharuddin Djenod Daeng Manyambeang MEng.
Menurutnya, industri maritim membutuhkan kontribusi dari berbagai bidang keahlian dan tidak terbatas pada disiplin yang secara langsung berkaitan dengan perkapalan.
Kaharuddin menggambarkan pembangunan kapal seperti membangun sebuah kota terapung. Kompleksitas tersebut membuat berbagai bidang keahlian memiliki ruang untuk menghasilkan penelitian yang dapat mendukung industri maritim.
“Terkait riset, membangun kapal itu seperti membangun kota terapung. Artinya, semua bidang keahlian untuk membangun kota, mulai dari hal sederhana seperti furniture dan piping, sampai hal yang canggih, dibutuhkan. Maka, berbagai jenis riset dapat menunjang dan mendukung industri maritim,” ujar Kaharuddin.
Kebutuhan lintas bidang tersebut memperlihatkan pentingnya hubungan antara pengembangan program studi, arah penelitian, dan kebutuhan industri.
Riset keteknikan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan keluaran akademik, tetapi juga memiliki peluang untuk menjawab persoalan dan kebutuhan teknologi di sektor industri.
Dalam konteks kemaritiman, Kaharuddin menilai Fakultas Teknik Unhas memiliki posisi strategis karena berada di Makassar dan kawasan Indonesia tengah serta timur.

PENGEMBANGAN - Fakultas Teknik Unhas menggelar Kick-off Meeting Pengembangan Fakultas Teknik untuk merumuskan roadmap teknologi melalui penguatan tata kelola, riset, kurikulum, dan hilirisasi di Kampus Teknik Unhas Gowa, Rabu (7/10/2026). Kegiatan ini melibatkan akademisi serta mitra industri maritim. (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)
“Fakultas Teknik Unhas secara geografis berada di Makassar sebagai pusat Indonesia tengah dan Indonesia timur. Tentunya memiliki peran yang sangat strategis untuk menjadi pendorong bagi bangkitnya industri maritim, pengetahuan maritim, dan peradaban maritim Indonesia,” katanya.
Potensi tersebut sejalan dengan arah pengembangan yang disampaikan pimpinan universitas. Amiruddin berharap Fakultas Teknik Unhas dapat mengambil peran lebih besar dalam pengembangan sektor maritim nasional.
“Kami sangat berharap Fakultas Teknik ini bisa menjadi pusat pengembangan maritim di seluruh Indonesia. Kawasan tengah dan timur ini akan menjadi kawasan untuk Benua Maritim, apalagi dasar pengembangan Unhas adalah konsep Benua Maritim Indonesia,” ujar Amiruddin.
Arah kemaritiman tersebut dapat menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan pendidikan, penelitian, hilirisasi, dan kebutuhan industri.
Dengan pendekatan tersebut, pengembangan fakultas tidak berhenti pada pembenahan internal, tetapi diarahkan pada kontribusi yang dapat dihasilkan melalui kapasitas keilmuan yang dimiliki.
Kick-off meeting menjadi tahap awal dalam merumuskan arah pengembangan Fakultas Teknik Unhas. Kajian akademik dan benchmarking menjadi dasar untuk melihat model pengembangan yang relevan, sementara penyesuaian kurikulum, penguatan penelitian, dan hilirisasi menjadi bagian dari substansi yang akan dikembangkan.
Perspektif industri turut memperlihatkan bahwa kebutuhan teknologi semakin bersifat lintas disiplin. Industri maritim menjadi salah satu contoh bagaimana berbagai bidang keteknikan dapat terhubung dalam satu ekosistem riset dan pengembangan teknologi.
Dengan demikian, roadmap pengembangan Fakultas Teknik Unhas diarahkan untuk memperkuat hubungan antara pendidikan, riset, hilirisasi, dan kebutuhan industri.
Target yang ingin dicapai tidak hanya berupa pengembangan tata kelola fakultas, tetapi juga peningkatan kontribusi program studi dan hasil penelitian terhadap masyarakat, industri, serta pengembangan teknologi nasional.
(Mustika Syaharuddin / Unhas TV)
PENGEMBANGAN - Fakultas Teknik Unhas menggelar Kick-off Meeting Pengembangan Fakultas Teknik untuk merumuskan roadmap teknologi melalui penguatan tata kelola, riset, kurikulum, dan hilirisasi di Kampus Teknik Unhas Gowa, Rabu (7/10/2026). Kegiatan ini melibatkan akademisi serta mitra industri maritim. (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)

-300x169.webp)






