GOWA, UNHAS.TV - Pengembangan riset dan inovasi tidak hanya membutuhkan kemampuan dalam menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga memerlukan jejaring kolaborasi yang mampu menghubungkan hasil penelitian dengan berbagai kebutuhan strategis.
Keterlibatan perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, industri, hingga mitra internasional menjadi bagian penting dalam memperluas peluang kerja sama berbasis riset dan inovasi.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan Temu Bisnis Industri Berbasis Riset dan Inovasi 2026 yang diselenggarakan Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Fakultas Teknik Unhas, Gowa, Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari sektor akademik, industri, lembaga riset, serta mitra internasional untuk membahas potensi pengembangan kerja sama, pemanfaatan hasil penelitian, dan penguatan jejaring kolaborasi.
Kehadiran perwakilan konsuler dari Filipina dan Australia menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut.
Kedua perwakilan menyampaikan pandangan mengenai peluang pengembangan kemitraan, khususnya dalam bidang riset, inovasi, dan jejaring kerja sama antarnegara.
Konsul Jenderal Filipina di Manado, Hon. Mary Jeniffer Domingo Dingal, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Temu Bisnis Industri Berbasis Riset dan Inovasi 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang yang mempertemukan berbagai pihak serta membuka peluang untuk memperluas jaringan kerja sama.
“Acara ini sangat penting, terselenggara dengan baik, meskipun berlangsung singkat tetapi sangat bermakna, sangat relevan, berdampak, dan penuh dengan berbagai hal penting,” ujar Mary Jeniffer.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan kesempatan untuk membangun hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan yang hadir.
“Kami membawa pulang ke Manado harapan bahwa kami dapat bermitra tidak hanya dengan para pemangku kepentingan, tetapi juga membuka pilihan baru dan membangun kemitraan yang kuat dengan semua pihak,” jelasnya.
Mary Jeniffer menilai kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan bagi Konsulat Jenderal Filipina di Manado untuk memperluas jaringan serta melihat berbagai peluang yang sebelumnya belum berkembang.
“Dampak dari kegiatan ini sebenarnya akan memberikan manfaat bagi masyarakat Filipina di negara kami, sekaligus memungkinkan Konsulat Jenderal Filipina di Manado tidak hanya memiliki jaringan baru, tetapi juga memikirkan kembali beberapa pilihan yang sebelumnya kami anggap tidak tersedia,” katanya.
Australia Melihat Potensi Kerja Sama Riset
>> Baca Selanjutnya
Hon. Mary Jeniffer Domingo Dingal Consul General Philippine Consulate General In Manado. (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)








