GOWA, UNHAS.TV - Pendidikan berbasis Outcome-Based Education (OBE) menempatkan kompetensi lulusan sebagai dasar dalam penyusunan kurikulum.
Melalui pendekatan ini, program studi tidak sekadar menentukan mata kuliah yang harus ditempuh mahasiswa, tetapi terlebih dahulu menetapkan capaian yang harus dimiliki lulusan, merancang proses pembelajaran untuk mencapainya, melakukan evaluasi, lalu menindaklanjuti hasilnya melalui perbaikan berkelanjutan.
Pendekatan tersebut menjadi fokus Pelatihan Implementasi Kurikulum Outcome-Based Education hasil kerja sama Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik (LAM Teknik) dan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin.
Pelatihan berlangsung selama empat pekan, dengan pekan pertama dimulai pada Minggu (9/8/2026) di Exhibition Hall, Gedung Center of Technology (CoT), Fakultas Teknik Unhas, Kabupaten Gowa.
Pelatihan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas program studi dalam menerapkan OBE sesuai standar akreditasi nasional dan internasional.
Pada pekan pertama, peserta mempelajari konsep dasar OBE dan perumusan profil lulusan sebagai landasan dalam menyusun kurikulum yang berorientasi pada hasil belajar.
Ketua LAM Teknik, Prof Dr -Ing Ir Misri Gozan MTech IPU menjelaskan bahwa OBE menuntut setiap program studi menetapkan tujuan pendidikan secara jelas sejak awal.
Tujuan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam rancangan kurikulum, metode pembelajaran, dukungan fasilitas, peran dosen, serta keterlibatan mahasiswa.
Menurut Misri, keberhasilan OBE tidak hanya ditentukan oleh perencanaan, tetapi juga oleh kemampuan program studi mengevaluasi capaian secara berkala.
Evaluasi diperlukan untuk mengetahui bagian yang telah tercapai sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperbaiki.
“Yang paling penting sebenarnya adalah bagaimana mungkin belum mencapai, tetapi harus dideteksi mana kekurangannya. Dan ini harus dievaluasi terus-menerus, baik evaluasi secara langsung maupun evaluasi yang tidak langsung. Ini dilakukan per mata kuliah, per semester, per tahun, dan juga per satu siklus kelulusan,” jelas Misri.
Hasil evaluasi tersebut kemudian menjadi dasar untuk menentukan umpan balik dan tindakan perbaikan. Proses inilah yang membuat OBE berjalan sebagai sistem yang terus berkembang, bukan sekadar dokumen kurikulum yang berhenti setelah disusun.

KURIKULUM OBE - Ketua LAM Teknik, Prof Misri Gozan berfoto bersama di sela Pelatihan Implementasi Kurikulum OBE hasil kerja sama LAM Teknik dan FT Unhas. (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)
“Setelah itu ada feedback-nya, action-nya seperti apa. Dan ini menjadi satu siklus besar. Detail pentingnya adalah bagaimana itu dilakukan secara terus-menerus dan juga berdasarkan kebutuhan yang ditetapkan oleh masyarakat, kampus, asosiasi profesi, dan juga mengikuti tren dunia,” ujarnya.
Dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi, proses tersebut berkaitan dengan siklus PPEPP, yakni Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan.
Melalui siklus ini, standar yang telah ditetapkan tidak hanya dilaksanakan, tetapi juga dievaluasi dan ditingkatkan berdasarkan hasil yang diperoleh.
Penerapan OBE karena itu tidak hanya menjadi tanggung jawab program studi, tetapi juga memerlukan dukungan kebijakan dan sistem penjaminan mutu di tingkat universitas agar seluruh proses berjalan secara konsisten.
Menjaga Mutu Pendidikan
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof drg Muhammad Ruslin MKes PhD SpBM(K), menegaskan bahwa penguatan implementasi OBE berkaitan langsung dengan upaya menjaga mutu pendidikan, baik di Unhas maupun perguruan tinggi lain di kawasan Indonesia Timur.
“Pelatihan Outcome-Based Education itu sangat penting untuk menjaga dan menjamin mutu dari pendidikan yang kita laksanakan di Unhas maupun di perguruan tinggi yang lain yang ada di Indonesia Timur,” kata Ruslin.
Dukungan di tingkat universitas tersebut kemudian diterjemahkan secara lebih konkret di tingkat fakultas dan program studi melalui proses pembelajaran yang diarahkan pada pencapaian kompetensi lulusan.
Dekan Fakultas Teknik Unhas, Prof Dr Eng Ir Muhammad Isran Ramli ST MT IPM ASEAN Eng menjelaskan bahwa Fakultas Teknik Unhas telah dan sedang mengimplementasikan kurikulum OBE. Fokusnya adalah memastikan lulusan memenuhi kriteria kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum.
“Tentu kita berharap bahwa lulusan Fakultas Teknik Unhas ke depan semakin menerapkan kriteria-kriteria yang sudah ditetapkan pada kurikulum OBE yang sudah diimplementasikan dan sedang diimplementasikan di Fakultas Teknik,” jelas Isran.
Pelatihan selama empat pekan ini diarahkan untuk memastikan penerapan OBE berjalan secara menyeluruh, mulai dari perumusan capaian lulusan, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi, hingga tindak lanjut perbaikan.
Seluruh proses tersebut disusun agar kurikulum tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat, perguruan tinggi, asosiasi profesi, serta perkembangan global, sehingga mutu pendidikan dan kompetensi lulusan dapat terus ditingkatkan.
(Mustika Syaharuddin / Unhas TV)
KURIKULUM OBE - Ketua LAM Teknik, Prof Misri Gozan didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof Muhammad Ruslin dan Dekan Fakultas Teknik Unhas Prof Muhammad Isran Ramli memberikan penjelasan terkait Pelatihan Implementasi Kurikulum OBE hasil kerja sama LAM Teknik dan FT Unhas. (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)








