Karier
Mahasiswa
Pendidikan

Raih IPK 3,90, Dian Erawati Jadi Wisudawan Terbaik Jenjang Dokter Spesialis Unhas

LULUSAN TERBAIK - dr Dian Erawati Patahuddin SpPK, wisudawan terbaik jenjang spesialis pada Wisuda Unhas periode Juni 2026. (Unhas TV /Rahmatia Ardi)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Dokter Dian Erawati Patahuddin, Sp.PK, meraih predikat wisudawan terbaik jenjang spesialis pada Wisuda Universitas Hasanuddin (Unhas) periode Juni 2026.

Lulusan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Patologi Klinik itu mencatatkan indeks prestasi kumulatif 3,90.

Prosesi wisuda hari kedua berlangsung di Baruga Andi Pangerang Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Selasa (23/6/2026).

Sebanyak 1.138 lulusan mengikuti wisuda pada hari tersebut. Secara keseluruhan, wisuda periode Juni 2026 mengukuhkan 2.189 lulusan, terdiri atas 897 laki-laki dan 1.292 perempuan.

Di antara ribuan wisudawan, nama Dian mencuat sebagai salah satu lulusan berprestasi. Ia menyelesaikan pendidikan spesialis dalam waktu 3 tahun 5 bulan. Capaian itu menempatkannya sebagai wisudawan terbaik pada jenjang spesialis.

Dian mengatakan keberhasilan tersebut tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik. Menurut dia, pendidikan spesialis menuntut ketekunan, kedisiplinan, dan kemampuan menjaga ritme belajar di tengah padatnya kegiatan klinik dan akademik.

“Kunci keberhasilan bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga konsistensi, disiplin, dan kemauan untuk terus belajar,” kata Dian. Ia mengaku berusaha menjalani tugas, pelayanan pasien, penelitian, dan ujian dengan penuh tanggung jawab.

Dian juga menyebut dukungan keluarga, dosen, pembimbing, dan rekan sejawat sebagai faktor penting dalam proses pendidikannya.

Ia mengutip pesan yang menjadi penguat selama menjalani masa studi yakni “Fainna ma’al usri yusra, inna ma’al usri yusra,” yang berarti sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

Bidang patologi klinik memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan. Keilmuan ini menunjang penegakan diagnosis melalui pemeriksaan laboratorium yang akurat. Karena itu, pendidikan di bidang tersebut menuntut ketelitian, kemampuan analisis, serta tanggung jawab profesional.

Selama menempuh pendidikan, Dian mengaku tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik, pelayanan laboratorium, penelitian, dan kehidupan pribadi. Pada masa tertentu, ia harus menghadapi jadwal yang padat dan tekanan yang tinggi.

Untuk melewati tantangan itu, Dian belajar mengatur waktu, menetapkan prioritas, dan menjaga komunikasi dengan pembimbing serta teman sejawat. Ia juga berupaya menjaga kesehatan fisik dan mental agar proses pendidikan dapat dijalani secara optimal.

“Pengalaman tersebut mengajarkan saya tentang ketangguhan, manajemen waktu, dan pentingnya kerja sama tim,” ujarnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan spesialis, Dian berharap dapat memberi kontribusi melalui pelayanan laboratorium yang berkualitas, akurat, dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan.

Ia juga berencana mengabdikan diri di daerah asalnya yakni Kabupaten Soppeng, khususnya dalam bidang laboratorium patologi klinik.

Capaian Dian menjadi bagian dari cerita wisuda Unhas periode Juni 2026. Di balik toga dan gelar akademik, ia menunjukkan bahwa pendidikan spesialis membutuhkan ketekunan panjang, dukungan lingkungan, dan komitmen untuk terus belajar.

(Zahra Tsabitha Sucheng / Rahmatia Ardi / Unhas TV)