MAKASSAR, UNHAS.TV – Unit Pelaksana Teknis Rumah Sakit Umum Daerah (UPT RSUD) Sayang Rakyat merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Rumah sakit yang telah beroperasi sejak 2010 tersebut terus mengembangkan fasilitas dan kompetensi pelayanannya, baik dalam penanganan kesehatan umum maupun kesehatan jiwa.
UPT RSUD Sayang Rakyat berlokasi di Jalan Pahlawan, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
Keberadaannya menjadi bagian dari jaringan fasilitas kesehatan pemerintah yang melayani kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah Kota Makassar dan sekitarnya.
Direktur UPT RSUD Sayang Rakyat, drg Hj Sukreni Abdullah MKes menjelaskan bahwa rumah sakit tersebut merupakan salah satu dari delapan rumah sakit yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Sejak awal berdirinya, UPT RSUD Sayang Rakyat telah mengalami berbagai perkembangan dalam penyediaan fasilitas dan jenis pelayanan kesehatan.
Pada awal pengembangannya, UPT RSUD Sayang Rakyat dikenal dengan konsep rumah sakit seribu tempat tidur.
Seiring perkembangan kebutuhan pelayanan, rumah sakit tersebut kini memiliki fasilitas perawatan yang diperuntukkan bagi pasien umum dan pasien dengan gangguan kesehatan jiwa.
Dalam menunjang pelayanan kesehatan, UPT RSUD Sayang Rakyat menyediakan 15 poliklinik yang mencakup berbagai bidang medis.
Layanan tersebut meliputi poli paru, ortopedi, bedah, kulit dan kelamin, fisioterapi, penyakit dalam, gizi, jantung, mata, jiwa, telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), anak, kebidanan, gigi, serta pemeriksaan kesehatan menyeluruh atau medical check-up (MCU).
Keberadaan berbagai layanan tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh pemeriksaan dan penanganan kesehatan sesuai dengan kebutuhan medisnya.
Selain pelayanan rawat jalan melalui poliklinik, UPT RSUD Sayang Rakyat juga menyediakan fasilitas rawat inap bagi pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut.
Sukreni menyebutkan bahwa kapasitas perawatan yang tersedia saat ini mencapai 239 tempat tidur, terdiri atas 95 tempat tidur untuk pelayanan non-jiwa dan 144 tempat tidur untuk pelayanan kesehatan jiwa.
"Rumah Sakit Sayang Rakyat ini tempat tidurnya masih 95 tempat tidur untuk layanan non-jiwa dan 144 tempat tidur untuk layanan jiwa," jelas Sukreni.
Selain peningkatan fasilitas, pengembangan UPT RSUD Sayang Rakyat juga diarahkan pada pemenuhan kompetensi pelayanan.
Sukreni menjelaskan bahwa rumah sakit tersebut selama ini dikategorikan sebagai rumah sakit kelas C. Namun, ia menyebutkan bahwa perkembangan ketentuan di bidang kesehatan turut menitikberatkan penilaian rumah sakit pada kompetensi pelayanan yang dimiliki.
Menurutnya, dari 24 kompetensi layanan yang menjadi acuan pengembangan rumah sakit, UPT RSUD Sayang Rakyat telah memenuhi 22 kompetensi layanan.
"Dari segi kompetensi layanan Rumah Sakit Sayang Rakyat ini, alhamdulillah dari 24 layanan yang ada, kita telah memenuhi kompetensi layanan itu ada 22 layanan," ungkapnya.
Di tengah pengembangan tersebut, Sukreni mengakui bahwa lokasi UPT RSUD Sayang Rakyat yang relatif jauh dibandingkan sejumlah rumah sakit lainnya di Kota Makassar menjadi tantangan dalam memperkenalkan keberadaan dan fasilitas pelayanan rumah sakit kepada masyarakat luas.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak mengurangi komitmen pihak rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang dapat disejajarkan dengan rumah sakit lainnya.
"Walaupun demikian, pelayanan kami tetap sesuai dan bisa disandingkan dengan rumah sakit-rumah sakit yang ada di Kota Makassar," ujarnya.
Sukreni berharap masyarakat semakin mengenal keberadaan UPT RSUD Sayang Rakyat dan memanfaatkan berbagai fasilitas kesehatan yang tersedia, baik untuk pemeriksaan kesehatan umum maupun penanganan kesehatan jiwa.
Dengan dukungan fasilitas rawat jalan, kapasitas perawatan, serta pengembangan kompetensi pelayanan, UPT RSUD Sayang Rakyat terus berupaya memperkuat perannya sebagai salah satu fasilitas kesehatan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Sulawesi Selatan.
(Mustika Syaharuddin / Kautsar Ardiansyah / Unhas TV)
Direktur UPT RSUD Sayang Rakyat, drg Hj Sukreni Abdullah MKes menjelaskan layanan yang dimiliki RSUD Sayang Rakyat. (Unhas TV/Kautsar Ardiansyah R)








