Nasional

Panasonic Gobel Percayakan PMI Salurkan Bantuan Ribuan Radio dan Baterai untuk Korban Banjir Sumatera

BANTUAN - Chairman Panasonic Gobel, Rachmat Gobel, dan Ketua Umum PMI Jusuf Kalla. (Foto: PMI)

JAKARTA, UNHAS.TV - Chairman Panasonic Gobel Group, Rachmat Gobel, menyerahkan secara simbolis bantuan senilai Rp 2,4 Miliar kepada Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla di Markas Pusat PMI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).

Penyerahan bantuan untuk korban banjir Sumatera itu merupakan bagian dari peringatan 70 tahun Gobel Group, perusahan yang didirikan oleh Thayeb Mohammad Gobel. Bantuan ini juga sekaligus dukungan Panasonic Gobel terhadap kegiatan kemanusiaan yang dijalankan PMI.

Bantuan tersebut berupa 5.000 radio, lebih dari 5.000 senter, dan lebih dari 11 ribu baterai. Jusuf Kalla menilai bantuan itu sangat tepat karena saat bencana terjadi dan jaringan listrik terputus, warga membutuhkan informasi dan hiburan. 

"Karena itu, radio, senter, dan baterai sangat penting untuk membantu masyarakat mendapatkan informasi di saat jaringan listrik tidak tersedia," jata Jusuf Kalla. 

Hal senada juga diungkap oleh Rachmat Gobel. "Radio dibutuhkan karena tidak memakai listrik, cukup baterai. Saat malam gelap, radio juga bisa menjadi hiburan sekaligus sarana informasi," kata Rachmat Gobel.

Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla juga menghargai rencana Panasonic Gobel Group yang akan menggelar kegiatan donor darah yang melibatkan karyawan perusahaan. Pasokan darah ini dapat membantu memenuhi kebutuhan persediaan darah PMI di Indonesia.

Selain menerima donasi dari Panasonic Gobel Group, PMI juga menerima bantuan dari Tokio Marine Group senilai USD 50 ribu dan Taipei Economic and Trade Office IN Indonesia senilai USD 100 ribu.

Penyediaan Air Bersih

Terkait situasi terkini di Sumaterai usai bencana banjir, Jusuf Kalla menegaskan PMI bersama pihak terkait sedang menjalankan pekerjaan rehabilitasi dengan fokus utama pada pemulihan kebutuhan dasar masyarakat seperti perbaikan rumah dan penyediaan air bersih.

"Sekarang tahapnya rehabilitasi. Berbagai hal dilakukan agar masyarakat bisa kembali memiliki rumah dan kehidupan normal. PMI saat ini fokus pada perbaikan sistem air bersih karena banyak pipa yang rusak," ujar Jusuf Kalla kepada wartawan.

Ia menjelaskan, proses pemulihan sistem air bersih biasanya membutuhkan waktu cukup lama. Berdasarkan pengalaman PMI dalam penanganan bencana sebelumnya di beberapa daerah seperti Yogyakarta dan Malang, perbaikan jaringan pipa hingga kembali berfungsi normal dapat memakan waktu hingga satu tahun.

"Biasanya sekitar satu tahun untuk memastikan seluruh sistem pipa dan distribusi air bisa kembali normal dan masyarakat mendapatkan akses air bersih," katanya.

Jusuf Kalla berharap bantuan yang diterima PMI dari berbagai perusahaan itu dapat mempercepat proses rehabilitasi pascabencana di Sumatera, khususnya dalam pemulihan akses air bersih bagi masyarakat terdampak.(*)