Mahasiswa
Pendidikan

Pelatihan Kampus Tangguh untuk Civitas Peternakan Unhas, Merancang Pengkaderan Tanpa Kekerasan

KAMPUS TANGGUH - KITA Bhinneka Tunggal Ika bersama Fakultas Peternakan Unhas menggelar Pelatihan Kampus Tangguh di Aula Fakultas Peternakan Unhas, Makassar, Jumat (2/10/2026). Sebanyak 29 dosen dan pengurus mahasiswa mengikuti pelatihan untuk merancang pengkaderan tanpa kekerasan. (Dok Fak Peternakan Unhas)

MAKASSAR, UNHAS.TV - KITA Bhinneka Tunggal Ika bersama Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin menggelar Pelatihan Kampus Tangguh untuk mendorong model pengkaderan mahasiswa tanpa kekerasan.

Pelatihan hari pertama berlangsung di Aula Fakultas Peternakan Unhas, Makassar, Jumat (2/10/2026). Sebanyak 29 peserta mengikuti kegiatan tersebut.

Mereka terdiri atas dosen serta pengurus lembaga kemahasiswaan dan Unit Kegiatan Mahasiswa di lingkungan Fakultas Peternakan Unhas. Pelatihan berlangsung selama dua hari dengan fokus pada pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi.

Kampus Tangguh merupakan program intervensi berbasis riset dengan pendekatan partisipatif. Program ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan civitas academica menghadapi berbagai bentuk kekerasan, terutama yang muncul dalam proses pengkaderan mahasiswa dan konflik antarkelompok mahasiswa.

Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Prof Dr Ir Syahdar Baba SPt MSi IPU sebelumnya menegaskan pentingnya membenahi pola pengaderan mahasiswa. 

Menurut dia, organisasi kemahasiswaan merupakan bagian penting dalam ekosistem fakultas sehingga praktik kekerasan tidak boleh menjadi bagian dari proses kaderisasi.

“Lembaga mahasiswa akan terus memperbaiki proses pengaderan, pelaksanaan kegiatan, hingga penerimaan mahasiswa agar terbebas dari kekerasan,” kata Prof Syahdar.

Pelatihan tersebut menjadi kelanjutan dua forum yang digelar sebelumnya. Forum Kampus Tangguh pertama menggunakan metode Community Score Card pada 28 Agustus 2026. Forum kedua memakai pendekatan Participatory Action Research pada 18 September 2026.

Dari dua forum itu, peserta memetakan akar persoalan, menentukan tujuan perubahan, serta menyusun strategi pencegahan kekerasan di Fakultas Peternakan Unhas.



KAMPUS TANGGUH - Dekan Fakultas Peternakan Prof Dr Ir Syahdar Baba SPt MSi IPU membuka Pelatihan Kampus Tangguh di Aula Fakultas Peternakan Unhas, Makassar, Jumat (2/10/2026). Sebanyak 29 dosen dan pengurus mahasiswa mengikuti pelatihan untuk merancang pengkaderan tanpa kekerasan. (Dok Fak Peternakan Unhas)


Pada hari pertama, peserta memulai pelatihan dengan meninjau kembali hasil Participatory Action Research. Pembahasan kemudian beralih ke prinsip perdamaian dan gerakan antikekerasan.

Peserta diminta merefleksikan praktik pengkaderan yang pernah mereka alami maupun jalankan. Mereka juga mendiskusikan alasan praktik kekerasan sulit dihilangkan dari proses kaderisasi.

Dalam sesi tersebut, peserta mempelajari tiga prinsip nirkekerasan Mahatma Gandhi: Satyagraha atau kekuatan kebenaran, Ahimsa atau tanpa kekerasan, serta Tapasya atau pengorbanan diri.

Prinsip itu kemudian diterjemahkan ke dalam empat pendekatan resolusi nirkekerasan, yakni kesabaran dalam proses, menghindari perbandingan, bebas prasangka, dan mencari resolusi kreatif.

Sesi siang berfokus pada pendekatan andragogi dan positive discipline dalam pendidikan orang dewasa. Peserta membedah bentuk-bentuk kekerasan dalam proses pendisiplinan serta membandingkan pendekatan pedagogi dengan andragogi.

Mereka juga mempelajari empat unsur disiplin positif: respect, responsibility, relevant, dan relation. Dalam kerja kelompok, peserta diminta merancang ulang cara merespons pelanggaran yang dilakukan mahasiswa junior. Respons bernuansa hukuman dan kekerasan diganti dengan pendekatan disiplin positif.

KITA Bhinneka Tunggal Ika berharap pelatihan tersebut memperkuat kolaborasi antara pimpinan fakultas dan organisasi mahasiswa dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan damai.

Setelah pelatihan, program akan berlanjut pada penyusunan prototipe pengkaderan tanpa kekerasan sebelum memasuki tahap uji coba atau pilot implementation. (*)