MAKASSAR, UNHAS.TV - Pelataran Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas), Kamis (21/5/2026) lalu, tidak hanya menjadi tempat lalu-lalang mahasiswa.
Di ruang terbuka kampus itu, para mahasiswa hukum berkumpul, menyimak cerita para praktisi tentang dunia kerja yang kelak akan mereka masuki.
Diskusi pun mengalir dari tanya jawab hingga tips dan trik oleh narasumber serta peserta. Itulah keseruan dari Talent Hub 2026, salah satu rangkaian Semarak Dies Natalis ke-74 Fakultas Hukum Unhas.
Kegiatan itu dirancang sebagai ruang temu antara mahasiswa dan berbagai sektor profesi hukum. Sejumlah lembaga hadir, mulai dari Kementerian Hukum, Lembaga Penjamin Simpanan, Ikatan Notaris Indonesia, hingga Law Firm Rudal and Partners.
Bagi mahasiswa, forum ini menjadi kesempatan untuk melihat bahwa karier hukum tidak berhenti pada ruang sidang, kantor advokat, atau meja akademik.
Di antara deretan praktisi tersebut, kehadiran Kementerian Hukum Kantor Wilayah Sulawesi Selatan cukup menarik perhatian. Narasumbernya adalah Penyuluh Hukum Ahli Madya Kanwil Kemenkum Sulsel Erna SH MH.
Ia berbagi pengalaman tentang profesi penyuluh hukum. Ia menjelaskan bagaimana pekerjaan ini menuntut penguasaan ilmu hukum sekaligus kemampuan menyampaikannya kepada masyarakat secara sederhana.
Menurut Erna, mahasiswa hukum perlu menyiapkan diri sejak dini. Penguasaan teori tetap penting, tetapi tidak cukup.
Calon praktisi hukum juga perlu memahami asas hukum, rajin memperkuat literasi, mengikuti forum diskusi, serta terbiasa membaca perkembangan regulasi. Bekal itu, kata dia, menjadi dasar bagi siapa pun yang ingin bekerja di sektor pelayanan dan edukasi hukum.
“Menjadi seorang penyuluh hukum itu harus memberi ruang bagi diri kita untuk menjadi yang terbaik,” kata Erna.
Ia menekankan pentingnya literasi hukum, mulai dari mencari teori hukum, membaca, mengikuti sosialisasi hukum, hingga memahami asas-asas hukum.
Namun, tantangan profesi hukum hari ini tidak lagi sama seperti beberapa dekade lalu. Erna mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya kuat dalam teori, tetapi juga cakap berbicara di depan publik.
Seorang penyuluh hukum, ujar dia, harus mampu menjelaskan persoalan hukum dengan bahasa yang mudah dipahami warga.
Selain itu, kemampuan teknologi menjadi kebutuhan baru. Banyak aktivitas hukum kini berlangsung secara digital, termasuk penyusunan dan penggunaan kontrak daring. Karena itu, mahasiswa hukum perlu beradaptasi dengan perubahan tersebut agar tidak tertinggal ketika memasuki dunia kerja.
Erna juga memaparkan tugas utama penyuluh hukum, yakni menyebarluaskan informasi hukum dan memberikan edukasi kepada masyarakat.
Peran ini menjadi penting karena masih banyak warga yang belum memahami hak, kewajiban, dan prosedur hukum yang berkaitan langsung dengan kehidupan mereka.
Forum Talent Hub, menurut Erna, dapat membuka wawasan mahasiswa tentang pilihan karier di birokrasi.
Ia menyebut Kanwil Kemenkum Sulsel membuka peluang bagi mahasiswa FH Unhas yang ingin mengenal dunia kerja lebih awal melalui program magang. Selain itu, mahasiswa yang berminat dapat menyiapkan diri mengikuti seleksi CPNS di Kementerian Hukum.
Melalui kegiatan jemput bola semacam ini, mahasiswa diharapkan lebih sigap menyusun peta karier. Bukan sekadar mencari pekerjaan setelah lulus, tetapi membangun kompetensi sejak di bangku kuliah.
Di tengah target besar menuju Indonesia Emas, profesi hukum membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas membaca pasal, tetapi juga mampu hadir di tengah masyarakat.
Talent Hub FH Unhas mencoba membuka jalan ke arah itu: mempertemukan teori kampus dengan realitas lapangan.
(Amina Rahma Ahmad / Moh Reza Maharam / Unhas TV)
TALENT HUB - Penyuluh Hukum Ahli Madya Kanwil Kemenkum Sulsel Erna SH MH hadir sebagai salah satu narasumber dalam Talent Hub 2026, salah satu rangkaian Semarak Dies Natalis ke-74 Fakultas Hukum Unhas, Kamis (21/5/2026). (Unhas TV/Moh Resha)








