JAKARTA, UNHAS.TV - Palang Merah Indonesia (PMI) menyiapkan operasi kemanusiaan berskala besar untuk masyarakat korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Operasi tersebut mencakup bantuan logistik, layanan kesehatan, hingga penyediaan air bersih bagi warga yang membutuhkan.
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla melalui siaran pernya mengatakan, sejak awal bencana, PMI telah menyalurkan berbagai bantuan berupa tenda darurat, makanan, serta layanan kesehatan.
Bantuan yang telah diberikan berupa 25 ribu liter air bersih, layanan psikososial kepada 147 orang, 675 Hygiene kit, 1.075 selimut, 1.000 lembar sarung, 825 Matras, 710 terpal, 300 kelambu, 300 pasang sepatu boots, 220 baby kit, 200 kitchen kit, 120 rompi, dan 50 tikar. Selain itu, PMI Pusat menyumbangkan dana awal operasional kepada PMI NTT sebesar Rp146.690.000.
“Sejak awal bantuan sudah kita jalankan ke daerah, baik berupa tenda-tenda, makanan, dan kesehatan. Saat ini, PMI mulai memfokuskan penanganan pada kebutuhan air bersih melalui tim Water, Sanitation, and Hygiene (WASH)," ujar Jusuf Kalla usai memimpin rapat penanganan Gempa NTT di Markas Pusat PMI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026).
Jusuf Kalla menjelaskan, PMI juga akan memperkuat dukungan medis dengan mengirimkan tambahan obat-obatan serta tenaga kesehatan dari sejumlah daerah, seperti Jakarta, Solo, dan Surabaya.
"Tim kesehatan dari Jakarta, Solo, dan Surabaya akan menuju ke daerah tersebut. Sehingga operasi lengkap yang cukup besar akan dijalankan di NTT untuk menolong masyarakat yang terkena musibah," katanya.
Pperasi kemanusiaan PMI diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga bulan, khususnya pada fase tanggap darurat. Setelah tahap rekonstruksi, PMI akan tetap memberikan dukungan sesuai kebutuhan, sementara proses pembangunan kembali menjadi tanggung jawab utama pemerintah.
Selain mengirimkan bantuan dari pusat, PMI juga akan memperkuat distribusi logistik melalui wilayah terdekat seperti Maumere dan kota-kota lain di sekitar lokasi terdampak agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi lebih cepat.
Rapat penanganan Gempa NTT tersebut turut dihadiri pengurus PMI, perwakilan Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), serta Perwakilan Palang Merah Australia, Jepang, dan Amerika Serikat.
Sementara itu,Terkait bencana Gempa NTT, PMI telah melakukan respon cepat dengan melakukan pertolongan awal,pelayanan kesehatan dan pengungsian dengan menerjunkan 84 Personel,7 kendaraan operasional dan 7 ambulans. PMI juga telah mendirikan tenda darurat untuk mendukung pelayanan fasilitas kesehatan bagi warga yang terdampak gempa.(*)
PMI - Relawan PMI di lokasi gempa NTT. PMI menyalurkan bantuan dan menghadirkan relawan untuk penanganan korban termasuk penyediaan air bersih. Foto: PMI








