News

Relawan Rumah Zakat Mengaku Diculik, Keluarga di Sulsel Harapkan Bantuan Presiden Prabowo

BANTUAN - Relawan asal Indonesia, Andi Angga Prasadewa mengaku diculik tentara Israel saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza atas nama kelompok Global Sumud Flotilla. Foto: Instagram @tanahluwuinfo

MAKASSAR, UNHAS.TV - Seorang relawan Rumah Zakat Indonesia asal Sulawesi Selatan, Andi Angga Prasadewa, dilaporkan menjadi korban penculikan oleh tentara Israel saat meemebawa bantuan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza, Palestina.

Pihak keluarga berharap Presiden Prabowo Subianto turun tangan memberikan bantuan pembebasan kepada pemuda asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan. 

Suasana cemas meliputi kediaman keluarga Relawan Rumah Zakat itu di Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Rabu (20/5/2026). Andi Angga, 23 tahun, merupakan salah satu dari lima orang yang diculik oleh militer Israel saat membawa bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla berupa bahan makanan pokok, air bersih, pasokan medis, dan perlengkapan bayi ke Gaza.

Selain itu, korban diculik saat dalam perjalanan dari Turki menuju Gaza melalui perairan Kepulauan Sipru, Mediterania Timur, menggunakan Kapal Joseph. Andi Angga bersama peserta dari sejumlah negara pernah mengikuti pelatihan di Turki sebelum melakukan misi kemanusiaan di Gaza dengan menggunakan 56 kapal.

Pihak keluarga baru mengetahui korban diculik oleh tentara Israel setelah pesan dari ibunya tidak dibalas. Pihak keluarga lalu mencari informasi ke Global Sumud Flotilla. Belakangan, Andi Angga merekam dirinya bahwa ia akan diculik dan rekaman itu beredar luas di media sosial.

"Karena memang anak saya ini bekerja di Rumah Zakat di Bandung. Anak saya sudah bekerja sudah tiga tahun, kebetulan dia bagian tanggap bencana. Jadi dia ke Gaza melakukan misi kemanusian, membawa bantuan ke Palestina," kata Sutrawati Kaharuddin, ibu dari Andi Angga Prasadewa.

Menurut Sutrawati, Angga membawa bantuan obat-obatan dan makanan orang dewasa. Kami berharap bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk bisa melepaskan Andi Angga dan tahanan lain dari Indonesia.(*)

Wandi Nojeng (UNHAS TV)