Kesehatan
Lingkungan
Pendidikan
Sosial

Stanford-Unhas Alliance Gelar Pameran Kesehatan Lingkungan di Tallo, Hadirkan Edukasi dan Pemeriksaan Gratis

Ketua Tim Peneliti Stanford-Unhas Alliance for Planetary Health Research in Asia-Pacific, Ansariadi SKM MScPH PhD bersama tim penelitia Stanford menjelaskan kegiatan Pameran Kesehatan Lingkungan yang terbuka untuk umum di UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal I, II, III, dan IV, pada Minggu (10/5/2026). (Unhas TV/Moh Resha Maharam)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Tim Peneliti Stanford-Unhas Alliance for Planetary Health Research in Asia-Pacific menggelar Pameran Kesehatan Lingkungan yang terbuka untuk umum di UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal I, II, III, dan IV, pada Minggu (10/5/2026). 

Kegiatan ini menghadirkan booth edukasi kesehatan, hasil riset lingkungan, arena bermain anak-anak, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat Kecamatan Tallo.

Ketua Tim Peneliti Stanford-Unhas Alliance for Planetary Health Research in Asia-Pacific, Ansariadi SKM MScPH PhD menjelaskan, Kecamatan Tallo dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki berbagai persoalan kesehatan dan lingkungan yang membutuhkan perhatian serius.

“Daerah Tallo ini unik karena banyak permukiman sifat informal, tingkat kepadatan cukup tinggi, dan beberapa masalah lingkungan yang banyak terjadi di Kecamatan Tallo. Banyak masalah kesehatan yang kita temukan ada di sini, seperti anemia, penyakit menular, dan stunting,” ujarnya.

Ia mengatakan, Kecamatan Tallo telah menjadi laboratorium lapangan bagi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dalam menjalankan berbagai penelitian selama hampir dua tahun terakhir.

Beberapa riset yang dilakukan mencakup pengelolaan sampah, dampak cuaca panas, penyakit anak yang datang ke puskesmas, hingga pemantauan tumbuh kembang anak di masyarakat.

“Nah, hari ini kami memperlihatkan seluruh kegiatan ini kepada masyarakat. Jadi mereka mengetahui apa yang kami lakukan dan bagaimana hasilnya,” jelas dekan terpilih FKM Unhas periode 2026-2030 ini.

Selain memamerkan hasil penelitian, kegiatan tersebut juga menghadirkan edukasi terkait sampah dan penyakit demam berdarah dengue (DBD), serta layanan pemeriksaan kesehatan seperti cek kolesterol, tekanan darah, dan diabetes yang didukung oleh tenaga kesehatan dari puskesmas setempat.

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, panitia turut bekerja sama dengan pemerintah kecamatan, PKK, kader kesehatan, RT/RW, hingga Dinas Kesehatan Kota Makassar.

Kegiatan tersebut menurutnya, juga dirancang ramah anak melalui berbagai aktivitas edukatif, seperti lomba menggambar dan penyampaian informasi kesehatan dengan pendekatan interaktif.

Ansariadi menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah daerah, institusi pendidikan, hingga lembaga internasional. 

Ia menyebut dukungan turut datang dari melalui program Fulbright Scholar yang mendukung riset kolaboratif di wilayah Tallo.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap masyarakat tahu apa yang kami lakukan dan bagaimana hasilnya. Selain itu, edukasi yang kami berikan terkait kenapa masalah kesehatan ini muncul bisa diterima masyarakat dan mendorong perubahan perilaku,” tuturnya.

Melalui pameran tersebut, Ketua Tim Stanford-Unhas Alliance tersebut berharap hasil penelitian tidak hanya berhenti pada ranah akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak langsung bagi peningkatan kesehatan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.

(Achmad Ghiffary M / Moh. Resha Maharam / Unhas TV)