
Ruben Amorim dikalahkan oleh mantan pelatih Spurs Ange Postecoglou di final Liga Europa musim lalu. (The Sun)
Ruben Amorim adalah nama yang paling mengejutkan dalam daftar kandidat. Mantan pelatih Manchester United itu sedang tanpa pekerjaan setelah dipecat pada Januari akibat konflik dengan Jason Wilcox.
Namanya muncul di pasar taruhan dan segera memantik perdebatan di kalangan suporter. Amorim, 41 tahun, pernah masuk radar Tottenham pada 2023 sebelum klub akhirnya menunjuk Ange Postecoglou.
Dari sisi usia dan profil, ia mewakili generasi pelatih muda yang progresif. Tapi konteks kemunculannya kali ini justru canggung.
Sulit mengabaikan fakta bahwa Postecoglou—pelatih yang dulu dipilih Spurs ketimbang Amorim—kemudian mengalahkannya di final Liga Europa musim lalu.
Karena itu, bila Tottenham beralih ke Amorim sekarang, sebagian pendukung hampir pasti akan melihatnya sebagai keputusan yang lahir dari kepanikan, bukan keyakinan.
Bagi Tottenham, pilihan pelatih berikutnya bukan lagi urusan gaya, melainkan urusan bertahan. Klub ini membutuhkan keputusan yang cepat, tetapi juga tidak boleh gegabah.
Tujuh nama telah beredar. Masing-masing membawa logika sendiri, juga risikonya masing-masing. Yang jelas, dengan tujuh pertandingan tersisa dan jurang degradasi di depan mata, Tottenham tidak punya kemewahan untuk salah memilih sekali lagi. (*)







