UNHAS.TV – Sebuah inovasi baru dalam dunia peternakan sedang dikembangkan oleh akademisi Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr. Agr. Ir. Renny Fatmyah Utamy, S.Pt., M.Agr., IPM.
Ia memperkenalkan pemanfaatan cangkang telur sebagai sumber kalsium alternatif bagi sapi perah. Terobosan ini tidak hanya lebih ekonomis, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan limbah organik yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Cangkang telur diketahui memiliki kandungan kalsium yang tinggi, berkisar antara 70 hingga 90 persen.
Kalsium merupakan nutrisi esensial bagi sapi perah karena berperan penting dalam produksi susu, kesehatan tulang, serta mencegah gangguan metabolik seperti hipokalsemia.
Dengan tingginya kebutuhan kalsium pada ternak, inovasi ini dianggap sebagai solusi efektif untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas susu sapi perah.
Penelitian yang dilakukan di Fakultas Peternakan Unhas membuktikan bahwa pemanfaatan cangkang telur sebagai pakan alternatif dapat meningkatkan efisiensi produksi susu. Proses pengolahannya pun relatif sederhana.
Cangkang telur dikumpulkan, dibersihkan, kemudian dikeringkan dan dihaluskan menjadi tepung kalsium. Dengan cara ini, kalsium dalam cangkang telur dapat diserap lebih optimal oleh tubuh ternak.
Renny Fatmyah menuturkan bahwa selama ini sumber kalsium yang umum digunakan dalam pakan ternak adalah batu kapur dan tepung tulang, yang tidak selalu mudah diakses dan memiliki harga yang cukup tinggi.
Dengan adanya alternatif dari limbah unggas ini, para peternak dapat menghemat biaya produksi sekaligus berkontribusi pada upaya pengurangan limbah organik.
Diketahui, Kalsium merupakan elemen penting dalam kesehatan sapi perah. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan hipokalsemia atau yang dikenal sebagai milk fever, kondisi yang dapat menurunkan produksi susu secara signifikan.
Selain itu, sapi yang mengalami defisiensi kalsium juga rentan mengalami masalah kesehatan lainnya seperti lemahnya struktur tulang dan gangguan sistem reproduksi.
Studi yang dilakukan di berbagai negara menunjukkan bahwa pemberian pakan kaya kalsium dapat meningkatkan produksi susu antara 10 hingga 15 persen per hari.
Di Indonesia, terutama di Sulawesi Selatan, konsumsi susu masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya.
Pemanfaatan limbah cangkang telur sebagai sumber kalsium alternatif, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas susu sapi perah dapat meningkat dan membantu mengurangi ketergantungan pada impor susu.
Meningkatkan Efisiensi Produksi Susu
>> Baca Selanjutnya