Pendidikan

Sosiologi FISIP Unhas Benchmarking ke UKM, Matangkan Rencana Buka Prodi Kesejahteraan Sosial



PRODI KESOS - Delegasi Unhas melakukan benchmarking di UKM, Bangi, Malaysia, pada 17 Agustus 2026 untuk menyiapkan Prodi Kesejahteraan Sosial. Kegiatan ini mempelajari kurikulum, dosen, praktikum, mutu, dan jejaring kelembagaan. (Dok Dept Sosiologi Unhas)


UKM juga menekankan pentingnya jejaring lembaga praktikum dibangun sejak persiapan program studi. Penempatan mahasiswa harus mempertimbangkan kesesuaian layanan, peluang belajar, ketersediaan pembimbing lapangan, dan capaian pembelajaran.

Jejaring praktikum UKM antara lain meliputi rumah sakit, lembaga kesejahteraan sosial, organisasi pelayanan remaja, komunitas, organisasi nonpemerintah, serta institusi pelayanan lain.

Dalam aspek penjaminan mutu, pengelola UKM menyoroti perlunya keselarasan antara profil lulusan, capaian pembelajaran, kurikulum, kompetensi dosen, sistem penilaian, fasilitas, serta pengalaman lapangan.

Program kerja sosial, menurut pihak UKM, juga harus mempunyai identitas keilmuan yang jelas dan tidak sebatas menjadi pengemasan ulang disiplin lain.

"Keterlibatan praktisi, organisasi profesi, calon pengguna lulusan, dan mitra praktikum dipandang penting untuk menjaga relevansi pendidikan," jelas Musrayani Usman.

UKM menyatakan siap mendukung persiapan pengusulan program studi di Unhas melalui pertukaran pengalaman, bahan kurikulum, telaah silabus, konsultasi akademik, dosen tamu, short course bagi calon pengajar, penelitian bersama, mobilitas akademik, hingga penguatan sistem praktikum.

Pertemuan lanjutan dimungkinkan berlangsung secara daring dengan agenda yang lebih spesifik, sedangkan kerja sama formal akan mengikuti mekanisme kedua universitas.

Tim Task Force Unhas menyatakan sejumlah dokumen pengusulan telah dipersiapkan, antara lain profil lulusan, rancangan kurikulum, pemetaan kepakaran dosen, desain praktikum, calon lembaga mitra, serta analisis kebutuhan pengguna lulusan.

Hasil kunjungan ke UKM akan digunakan untuk menyempurnakan dokumen tersebut, terutama dalam penyelarasan kurikulum, pengembangan dosen, pengelolaan praktikum, penjaminan mutu, dan rencana kerja sama akademik.

Departemen Sosiologi FISIP Unhas menargetkan rancangan Program Studi Sarjana Kesejahteraan Sosial tidak hanya memenuhi ketentuan nasional, tetapi juga menjawab persoalan sosial di Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia Timur.

Pengalaman UKM menjadi bahan pembanding, sedangkan bentuk akhir program tetap akan disesuaikan dengan regulasi Indonesia, kebijakan Unhas, kapasitas akademik dosen, serta kebutuhan masyarakat. (*)